Senin, 08 April 2019

Curhat: Kegundahanku

Kadang aku mikir, apa sih tujuan hidupku?
Mau jadi apa aku? Sedangkan diumurku yang segini, aku masih gini-gini aja!
Hal apa yang ingin aku capai dalam waktu dekat dan jangka panjang?
Apa yang bisa aku tinggalkan dan aku wariskan pada anak-anak ku kelak?
Dan, mungkin masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang nggak bisa aku jawab sendiri maupun bertanya pada orang lain.
Karena tentu jawabannya ada pada diriku sendiri.
Pertanyaan-pertanyaan itu sering kali menghantuiku.
Hingga muncul ketakutan-ketakutan yang nggak beralasan.
Aku takut nggak bisa memberi apa yang mereka minta atau apa yang mereka butuhkan.
Biarpun aku sebenarnya bukan tipe orang tua yang selalu memberi apa yang mereka minta, bolehlah kalau sesekali, tapi nggak selalu.
Karena menurutku kalau tiap anakku meminta sesuatu aku selalu memberi, takutnya mereka akan jadi anak manja. Dan, ya.. kalau orang tua selalu bisa memberi, kalau pas ada keterbatasan biaya atau apa kan jadi repot!
Aku selalu memberi pengertian pada mereka, kalau suatu hal nggak bisa didapat secara langsung, kita harus berusaha untuk mendapatkan nya, sebagai contoh kalau sesuatu tersebut harganya mahal tentu kita harus nabung dulu.
Ketakutanku selanjutnya nggak bisa menyekolahkan anakku setinggi mungkin.
Karena orang tuanya yang bukan siapa-siapa ini, aku ingin anakku nanti bisa jadi apa yang mereka inginkan, jadi polisi misalkan, jadi pilot, dokter  atau apapun yang bisa membanggakan orang tuanya ini.
Semoga saja Allah meridhoi.
Lalu bagaimana dengan ku? Bagaimana dengan usaha ku untuk mendukung mereka? Sejauh ini, aku selalu mensupport apapun kegiatan mereka, memberi nasehat juga pengertian tentang keadaan keluarga dan lingkungan sekitar.
Agar Mereka memahami dan termotivasi untuk lebih baik lagi.
Aku nggak mengharuskan mereka pandai di setiap bidang studi, karena aku paham, tiap anak dilahirkan dengan keunikan masing-masing. Hanya, apa aku memahami apa keunikan atau sisi plus dari anak-anak ku? Jawabannya tentu kembali padaku lagi.
Aku sendiripun masih berusaha dan selalu berusaha untuk lebih baik lagi di setiap hal.
Agar anak-anak ku bisa bangga kepadaku, biarpun aku bukan siapa-siapa.
Inilah sedikit curhat ku, sebagai seorang ibu dari 2 putri yang masih usia MI.
Aku sengaja menulisnya agar suatu hari, ditahun-tahun mendatang. Ketika aku lebih sukses dari sekarang, atau ketika anakku sudah besar mereka bisa membaca catatan ini dan tersenyum mengingat apa yang tersirat dari tulisan ini.

2 komentar:

  1. Semangattt mbak...
    Kegundahan kadang jadi cambuk untuk kita jadi lebih baik.
    semoga putri2nya tumbuh dg baik. Aaamiin

    BalasHapus
  2. Terima kasih mbak.. Semoga allah allah memudahkan jalan bagi kita semua

    BalasHapus