Jumat, 13 September 2019

Memetik Pelajaran Dari Bapak Penjual Es Wawan


Assalamualaikum..
Writing is healing..

Kadang di suatu keadaan aku merasa diri ini congkak dan sombong, tapi di lain waktu lagi merasa rendah dan bukan siapa-siapa. Ya memang sebisa mungkin tiap hari aku belajar merendah jadi agar hilang rasa tinggi hatiku.

Sampai pada suatu hari aku dibuat tercengang oleh seorang penjual es wawan yang tiap hari lewat di depan rumah. Waktu kakak masih kecil dulu, bapak tersebut berprofesi sebagai tukang odong-odong, dari mulai odong-odong baru sampai odong-odong nya terbilang jelek dan masih dikayuh menggunakan kaki, padahal yang lain sudah pada pakai mesin motor, bapak tersebut masih setia dengan profesinya.

Dulu memang sering sekali si kakak naik odong-odong bapak tersebut tapi setelah kakak besar dan mungkin bosan akhirnya ya.. lama nggak naik lagi.
Sampai suatu hari pas aku duduk di depan rumah, dari jauh aku dengar ada suara motor lewat tapi suaranya tak biasa, seperti motor yang mau habis bensin, atau seperti yang gas rem gas rem.. sempat aku mengumpat dalam hati, si bapak ini mesin motornya yang rusak atau memang cara dia bersepedah seperti itu.

Hari berikutnya dan seterusnya bapak jni tetap melakukan kegiatan yang sama, lama-lama aku jadi biasa dan gak mau ikutan mikir lah. Biar aja si bapak penjual es wawan tetap seperti itu, mungkin itu juga sebagai ciri khasnya atau biar hemat aki motor karena tidak perlu membunyikan klakson.

Sampai suatu hari aku duduk dengan teman dan bapak tersebut lewat, temanku bilang "wah bapak ini sudah dagang lagi toh..!" "Lho emang bapak ini kemana?" Tanyaku penasaran. "Kamu nggak tau, bapak ini kemarin umroh, sekarang sudah dagang berarti sudah pulang! Bapak ini juga punya pondok kata orang-orang" Jelas temanku.

Astaghfirullah..
Seketika aku nggak bisa berkata-kata, disinilah kesadaran diketuk. Seorang bapak yang tiap hari dagang es wawan sebarga 1,500 rupiah, dengan tampilan layaknya penjual keliling pada umumnya, punya pondok pesantren dan baru pulang dari umroh.
"Apa cukup?" Kata itu yang melintas dikepala, bukan niat merendahkan tapi tentunya bapak itu punya anak istri yang harus di hidupi, tapi masih bisa menabung untuk umrah dan mengurus pondok pesantren yang tentunya membutuhkan biaya jugan, tentunya aku sangat kagum dengan bapak penjual es ini.

Suami yang tiap hari bekerja untuk menghidupi aku dan ke dua anakku saja kadang masih merasa kurang, karena kebutuhan kami bukan hanya masalah makan, juga untuk sekolah, ngaji, bersosialisasi dengan masyarakat seperti menjenguk orang sakit, menjenguk bayi lahir, datang ke hajatan dan lain sebagainya.

Kalau di kota mungkin kita hanya menghadiri yang kenal atau kerabat saja, tapi di desa ku tidak seperti itu karena satu kampung kami saling mengenal dengan baik jadi ketika ada yang sakit atau apapun pasti akan menjenguk dan tentunya tidak dengan tangan kosong.
Jadi sedikit maklum kalau pengeluaran jadi lebih banyak.

Tapi dari bapak pedagang es wawan tadi aku benar-benar termotivasi atas kerja kerasnya. Dan jadi pelajaran, bahwa kadang seseorang yang terlihat biasa saja malah membuat kita tak bisa berkata-kata atas hasil karyanya.

Sampai disini dulu..
Wassalamu'alaikum..

Kamis, 12 September 2019

MYLEA, Rangkaian Perawatan Semua Masalah Rambut



Assalamualaikum..
Writing is healing.

Teman, pernah nggak sih ngalamin masalah rambut? seperti rambut rontok, rambut kering atau masalah  ketombe pasca melahirkan?
Saya termasuk yang ngalamin juga nih.
Pada saat hamil aman-aman aja, tapi pasca melahirkan malah jadi ketombean. Kok bisa ya..?!?!
Sebagian besar wanita mengaku, kehamilan membuat rambut mereka jadi lebih tebal. Sementara setelah melahirkan, banyak wanita mengalami kerontokan rambut yang cukup hebat hingga sering kali menimbulkan kekhawatiran.
Sekarang yuk kita bahas apa yang menjadi penyebabnya.

Sajak Hidup Fiona

Resahku

Entah mengapa, kala sendirian hati ini serasa retak
Tak tau harus bagaimana, air mata ini jatuh tanpa terasa
Mungkin hanya luapan emosi karena kelelahan
Atau memang ada arti lain
Tuhan. Aku tak ingin mengingkari nikmat
Tapi perasaan dan emosiku seolah di aduk bersamaan
Hingga aku bingung mengartikan maknanya.
Tuhan. Berilah keikhlasan padaku
Berilah kelapangan hatiku
Karena apapun pemberianmu, tentu itu sebuah kebaikan untukku.
*

Khilaf

Maaf..
Aku lupa, lupa kalau allah akan memberi yang terbaik dari apa yang aku rencanakan.
Maaf..
Aku lambat tersadar, bahwa kemudahan yang allah berikan benar-benar tak terhitung.
Maaf..
Syukur ku atas segala nikmat yang ku terima memang sangat lemah.

Story, Perjuangan Melahirkan Bayi Cantik Ke Tiga

Assalamualaikum..
Writing is healing..

Finally.. setelah nunggu selama kurang lebih 9 bulan, akhirnya waktu persalinan ku tiba juga.
Tapi sedikit meleset dari perkiraan bidan dan USG sih,
Gegaranya simple aja, aku yang nggak ingat pasti kapan HPHT ku membuat perkiraan lahiran nggak jelas juga.
Seingat ku terakhir menstruasi akhir bulan Oktober nyambung ke awal bulan November, jadi HPL nya kira-kira tanggal 3 Agustus 2019.
Dalam kurung, ini hanya seingat ku ya.. wkwkwk

Selasa, 03 September 2019

Poetra Comp, Pusat Servis Laptop Terbaik Di Surabaya



Jaman sekarang ya.. hampir semua pakai internet.
Buat emak-emak millenial mulai dari mencari menu masakan sampai belanja, entah itu belanja baju sampai belanja kebutuhan dapur sudah biasa online,
Bapak petani mau cari info soal pertanian juga pakai internet
Buat anak sekolah mau bimbel sekarang juga sudah online, apalagi kakak-kakak yang doyan game online, wiiihh.. malah lebih sering pakai internet kan.

Selain pakai smartphone, kita juga sudah terbiasa pakai laptop.
Layar lebih lebar jadi lebih puas memilih apa yang kita cari, jadi terasa nyaman juga di mata.
Singkatnya, keseharian kita nggak bisa jauh-jauh dari smartphone ataupun laptop kan.

Jumat, 02 Agustus 2019

Iseng Ikutan Giveaway Daia Bikin Ketagihan


Assalamualaikum...

Berawal dari iseng-iseng ikutan kuis Daia detergen, nggak nyangka ternyata aku terpilih sebagai salah satu pemenang hadiah mingguan, padahal aku juga nggak tau hadiahnya apa'an!! Selang sehari  DM aku diadmin Daia agar mengirimkan data diri. Setelah ngisi aku juga nggak terlalu berharap hadiah apa yang akan aku terima.

Sabtu, 20 Juli 2019

Mengapa Budaya Antri Masih Sulit Di Jalani

Assalamualaikum..

Sore kemarin aku datang ke sebuah mini market dengan anak dan suami ku untuk membeli beberapa keperluan.
Suami memang nggak suka ngintil pas belanja jadi dia cuma nunggu di parkiran.

Dari kaca depan sudah terlihat meja kasir yang dikerubutin pembeli yang akan membayar belanjaannya.
Dalam hati berfikir "ah.. pasti bakal lama ini!!"
Tapi aku tetap cuek masuk ke dalam dan mengambil apa yang memang aku butuhkan.
Tak berapa lama aku jalan menuju meja kasir 2 yang kebetulan sudah kosong, hanya ada satu customer yang hendak membayar di kasir 1.
Anakku yang bagian membawa barang langsung meletakkannya di meja, aku berdiri tepat dibelakangnya sembari menunggu mas kasir siap melayani.