Rabu, 01 April 2020

Masakan Mini, Cara Mengisi Libur Sekolah Yang Bermanfaat


Hai teman,
Rencana awalnya sekolah di liburkan 14 hari untuk mencegah semakin merebaknya virus yang melanda hampir seluruh negara. Di mulai dari tanggal 15 hingga tanggal 31 Maret, tapi karena pandemi ini belum reda akhirnya libur sekolah di perpanjang sampai tanggal 5 April. Semoga penyakit ini segera berlalu dan kita bisa beraktivitas seperti semula ya.


Selama libur mereka selalu saya beri pengertian untuk lebih menjaga kesehatan, lebih sering cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, juga menyemprot dengan desinfektan tempat-tempat yang biasa di lalui atau tersentuh tangan misal pintu, kursi, sepeda dan sebagainya. Memang terasa sedikit ribet tapi demi kesehatan kenapa enggak!


Selama libur aktivitas harian mereka tetap sama, cerita libur sekolah sebelumnya di libur sekolah serentak 14 hari bangun pagi lalu mandi, sholat Dhuha lanjutbmengerjakan tugas yang di berikan gurunya via WAG kelas masing-masing. Pelajaran nya pun mengikuti jadwal pelajaran harian, guru akan memberi tugas yang harus dipelajari dan dikerjakan. Gurunya juga minta dokumentasi saat anak-anak berkegiatan sebagai bukti bahwa anak benar-benar mengerjakan. Setelah foto terkirim ke WhatsApp grup, kelar lah tugas kita.


Sehabis mengerjakan tugas sekolah biasanya saya mengajak anak-anak main badminton sambil berjemur di jalan depan atau di halaman rumah, karena kebetulan halaman rumah saya cukup luas ya jadi bisa puas main tanpa mengganggu lalu lintas jalan.


Capek bermain mereka bingung nggak ada kegiatan, saya memang membatasi gadget sama anak, untuk kakak Rere boleh pakai hp tapi cuma sekitar setengah jam aja, ini berlaku juga untuk kakak Abell tapi saat ada info dari gurunya atau temannya dia pakai sedikit lebih lama. Di rumah kami juga nggak hobi nonton TV, kami nonton TV hanya di malam hari.


Untuk mengisi waktu luang selama beberapa hari ini bocil dirumah eksperimen masak. Tapi masaknya pakai alat masak mini, kalau pakai alat masak beneran sih sudah biasa, maksudnya sudah biasa masak mie atau telur dadar sendiri. Alat masak mini ini sudah saya beli hampir setahun lalu di pasar Sekaran barengan beli sepeda nya kakak Abell. Tapi alat masaknya jarang di pakai main, biasalah namanya anak-anak kan pasti cepat bosan.


Moment libur sekolah dan ngaji ini, dari pada mereka gabut jadi mulai lagi menurunkan alat masaknya dan tinggal beli minyak tanah sebagai bahan bakar kompor jadul yang dulu hits banget sebelum tergantikan kompor Elpiji. Beli minyak tanahnya cukup setengah liter dengan harga 5 ribu rupiah itupun udah bisa dipakai beberapa kali karena kompornya mini.


Day 1,  masak nasi.



Saya cuma bantu mengira-ngira takaran airnya, selebihnya mereka bertiga yang eksekusi. Kendala hari pertama api di kompornya nggak mau naik jadi masaknya lama.


Day 2, bikin tahu kriuk.



Waktu mau mulai masak, pak su bantuin benerin kompornya biar apinya bagus, tapi masih fail ya. Soal masakannya sih oke2 aja karena mereka pakai tepung bumbu Sajiku dan hasilnya enak malah.


Day 3, bikin tahu kriuk lagi.



mereka bikin tahu kriuk lagi tapi pakai tepung beras dan Royco aja seperti kalau saya bikin udang goreng tepung. Sebelum masak nggak lupa benerin dulu sumbu kompornya dan Alhamdulillah udah bagus apinya jadi cepet mateng.




Kalau kemaren tiap ada gorengan yang mateng langsung mereka makan jadi nggak sempat di foto hasilnya, hari ini nunggu kelar semua dulu gorengannya baru di makan bareng-bareng.


Day 4. Bikin martabat telur ala-ala.



Ini menu cemilan kami biasanya kalo mepet pengen nyemil tapi mager mau beli, jadi bikin aja apa yang ada di rumah.
Bahannya juga gampang banget, cuma telur, tepung terigu, Royco, daun bawang dan air di aduk jadi satu trus digoreng pake wajan bunder2 itu. Pas mateng ditaburi bumbu balado atau saus pedas udah enak banget.


Day 5. Bikin bola-bola rambutan.



Hari ini anak-anak masak yang ada di TV itu lho, bahannya gampang yaitu tahu, telur dan mie instan dan cara masaknya juga mudah, kakak Rere cuma perlu beli tahu aja karena stok tahu dirumah udah abis.


Karena si baby rewel pengen tidur saya nggak ikut menyiapkan peralatan dan pas si baby udah tidur, saya lihat ternyata anak-anak masaknya nggak pakai kompor tapi pakai tungku kayu bakar mini juga di buatkan sama pak su, kayu bakarnya juga pakai kayu sisa bikin kerajinan kerjaan dia. Jadi nggak mubazir kan!


Saya seneng aja liat mereka bebikinan masakan kayak gini, intinya biarpun di rumah mereka tetap berkegiatan positif.
Jadi kira2 besok mereka mau masak apa lagi ya? Lanjutin aja lah berkaryanya, yg penting kalo udah kelar jangan lupa di beresin ya..!

Sabtu, 21 Maret 2020

HEMPASKAN PENAT DENGAN MANDI PARFUM VITALIS PERFUMED MOISTURIZER BODY WASH


Hai teman,
 Aktivitas harian sebagai ibu rumah tangga membuat saya kadang dilanda rasa capek dan lelah. Gimana enggak ya, tiap hari dari mulai membuka mata sampai kembali tidur malam hari itu kerjaan nggak ada habis-habisnya.

Harap dimaklumi juga karena saya tinggal bersama suami, dua anak kecil dan satu bayi tanpa ada pembantu. Jadi hampir semua pekerjaan rumah lebih banyak saya kerjakan sendiri, suami dan anak kadang bantuin kok tapi ya nggak tiap waktu juga kan.

Kalo bicara tentang tugas harian ibu rumah tangga semua pasti sudah paham ya, mulai dari ke pasar, masak, nyuci, nyapu, ngepel, dan kerjaan umum lainnya. yang bikin beda saat ngerjainnya sambil momong bayik kayak saya, jadi kerjanya nggak bisa langsung sekali waktu soalnya kadang bayik rewel minta perhatian pasti langsung di tinggal deh kerjaannya dan di lanjut nanti kalo bayik udah tidur.

Itu baru kerjaan di dunia nyata ya, kalau yang di dunia maya gimana? Ya tetap jalan dong, ngerjainnya ya nunggu kerjaan rumah kelar, si bayik anteng atau pas dia tidur. Belum lagi urusan kakak-kakaknya yang jelas butuh perhatian juga, saya nggak mau kalo di pikiran anak-anak, saya menjadi ibu yang pilih kasih karenanya saya harus bisa adil sama mereka. Intinya harus bisa membagi dan mengatur waktu sebaik-baiknya biar bisa seimbang semuanya.

Lalu bagaimana dengan diri sendiri? Nah ini yang kadang kurang terurus, capek nggak? Udah pasti dong, kadang untuk sekedar mandi aja saya nggak bisa teratur. Jadi kamu sering nggak mandi? Ah bukan, maksud saya nggak teratur itu jam nya, kalau intensitas mandinya sih masih tetap ya sehari 2 kali. Cuma jam nya aja nggak menentu menyesuaikan situasi dan kondisi.

Makanya, kalau udah badan penat saya pengen banget sekedar me time, nggak harus jalan-jalan ke mall, tempat wisata atau ngopi-ngopi cantik, big NO! me time ala saya nggak muluk-muluk kok, sedikit waktu tanpa gangguan yang bisa di isi dengan membaca buku, rebahan atau bisa sekedar mengguyur badan dan berlama-lama membersihkan diri aja udah cukup bisa mengembalikan mood yang tadinya udah hampir ambyar.

MANFAAT MANDI AIR DINGIN 

Dan akhirnya mandi memang jadi pilihan terbaik saya untuk mengembalikan mood yang udah nyungsep, sensasi air dingin yang mengalir di sekujur tubuh mampu mengusir semua capek, saya lebih suka mandi air dingin karena menurut penelitian mandi air dingin mempunyai manfaat sbb :
  • Meningkatkan energi juga menghilangkan rasa sakit
  • Mengatasi lelah
  • Meningkatkan metabolisme
  • Meningkatkan kewaspadaan
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Menjaga kesehatan kulit dan rambut
  • Memperlancar sirkulasi darah
  • Membantu melawan infeksi
  • Menurunkan berat badan
Jelas yang poin pertama dan ke dua ini saya banget ya, intinya mengembalikan semangat!

SENSASI MANDI YANG MENYENANGKAN

Karena kegiatan harian yang melelahkan, apalagi di tempat tinggal saya Lamongan yang panas karena bukan berada di dataran tinggi, badan juga cepat gerah. Jadi kalau mandi saya nggak mau asal guyar-guyur air aja. Saya lebih mengutamakan kebersihan dan bonus wangi segar setelah mandi, jadi apa pilihan saya untuk wangi yang juga merelaksasi?


VITALIS PERFUMED MOISTURIZER BODY WASH

yup.. pilihan saya jatuh pada Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Kenapa Vitalis?
Karena Vitalis sebagai merek parfum terkemuka di Indonesia, baru-baru ini meluncurkan produk terbarunya yaitu Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash.

Vitalis berinovasi dengan tetap menggunakan keahliannya dalam membuat parfum, dan  mengimplementasikannya dalam sabun cair. Menghadirkan sabun cair dengan kandungan parfum khas Vitalis yang elegan, segar, dan tahan lama, menciptakan sensasi mandi parfum yang menyenangkan

Jadi awalnya kenal sama sabun cair satu ini waktu sama kakak Rere pergi ke minimarket untuk beli parfum Vitalis kesukaannya. nggak di sangka ternyata saat itu ada hadiah tester sabun cairnya, cerita lengkapnya di Mandi Parfum Rahasia Keharuman Sepanjang Hari Dari pertama kali mencoba, kami semua langsung terpikat sama wanginya jadi keterusan sampai sekarang.

Selain merasakan mandi dengan wangi parfum, Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash juga diperkaya dengan skin moisturizer yang membuat kulit begitu halus dan lembut.


VARIAN VITALIS BODY WASH

Ada 3 jenis varian yang ditawarkan yaitu;

1. Vitalis White Glow (Skin Brightening)



Paduan pemakaian keharuman dari buah-buahan Cherry dan Raspberry, disusul dengan wangi Marshmallow & Gardenia yang lembut, dibungkus dengan kombinasi kayu-kayuan Woody dan Suede yang glamour dan long lasting. Perpaduannya membuat wanginya jadi manis dan lembut.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow juga diperkaya dengan ekstrak Licorice dan Susu, yang merawat kulit jadi tambah bersih cerah bersinar.

BERGAMOT, CHERRY, RASPBERRY
Perpaduan aroma buah-buahan memberi kesan segar, manis, menyenangkan, riang dan eksotis.

MARSHMALLOW, GARDENIA, ROSE
Aroma yang memberi kesan “dapat dimakan”, seperti chocolate, vanilla, caramel, coconut, nuts, cream milk, pastry, cinnamon, permen. Perpaduannya memberi kesan creamy yang manis.

CEDARWOOD, SANDALWOOD, MUSK
Paduan kayu-kayuan memberi kesan maskulin, energy, alam/natural, sensual, dinamis, elegant.

Kakak Abell lebih suka varian ini, maklumlah anak remaja memang lebih suka yang berbau girly. Kulit jadi halus lembut sehabis mandi, wanginya feminine, lembut manis, seperti campuran buah berry, ada aroma kayu yg manis2 juga. Kesannya wanginya glamour dan elegant, berasa mandi parfum banget.


2. Fresh Dazzle (Skin Refreshing)



Terdiri dari segarnya wangi Bergamot, diikuti wangi Floral bouquet yang elegan dan disukai wanita, ditutup dengan Musk Amber yang long lasting. Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle.

Cocok digunakan sehari-hari untuk mengembalikan semangat karena diperkaya dengan ekstrak Yuzu Orange dan Green tea, yang menjaga kulit tetap wangi dan segar.

Campuran wangi bunga, lemon dan ada wangi manis2nya. Berasa mandi parfum, dan kulit jadi lembut & wangi, pas dipakai mandi wangi parfumnya super relaxing, wanginya seger dan fresh.

PEAR, CASSIS, BERGAMOT
Paduan aroma jeruk-jerukan yang membangkitkan kesan berenergy, kesegaran, vitalitas, sparkling, alami dan sporty.

FREESIA, VIOLET, ROSE
Kombinasi aroma bunga-bunga memberi kesan feminine, romantic, natural, cosmetic, lembut, caring dan  riang.

MUSK, AMBER, CEDARWOOD
Ditutup dengan aroma kayu-kayuan yang lembut memberi kesan clean, caring, creamy, feminine.

Yang ini kesukaan kakak Rere banget ya, tiap mandi dia lebih suka pakai yang Fresh Dazzle, udah nggak diragukan lagi gimana wanginya setelah mandi.


3. Soft Beauty (Skin Nourishing)



Ketika pertama kali menuangkan body wash varian ini, aroma wangi segar yang clean dari Fruity Aldehydic, dilanjutkan dengan wangi Rose & Violet yang feminine langsung menyeruak ke seluruh kamar mandi. Kesan mandi yang bersih dan fresh akan diakhiri dengan manisnya Tonka Bean & Sandalwood yang premium.

Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty juga diperkaya dengan ekstrak Avocado dan Vitamin E, untuk menutrisi kulit agar tetap elastis dan lembut.

Jadi saat mandi dengan varian ini bisa di bayangkan moment mandi yang mewah, bersih dan keharuman yang elegan.

ALDEHYDIC, FRUITY, GREEN
Aroma sabun memberi kesan clean dan fresh seperti habis mandi selalu.

ROSE, MUGUET, VIOLET
Lalu paduan aroma bunga-bunga memberi kesan feminine, romantic, natural, cosmetic, lembut, caring dan riang.

WOODY, SANDALWOOD, TONKA BEAN
Di tutup aroma kayu memberi kesan maskulin, energy, natural, sensual, dinamis, elegant.

Dan varian terakhir ini yang paling saya suka, Campuran wangi buah, bunga, dan wangi seperti habis mandi selalu. Wanginya seger, clean dan feminine. Wangi parfumnya, berasa mandi parfum, dan kulit jadi halus lembut.

Jadi hanya dengan mandi saja, saya sudah bisa kembali segar dan bisa melanjutkan hari dengan penuh riang dan semangat.


VARIAN PRODUK


Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini hadir dalam 2 kemasan yaitu kemasan botol 100ml dan 200ml juga kemasan pouch 250ml dan 430ml. Jadi lebih praktis kan, kalau habis tinggal beli yang pouch untuk isi ulang.




Kelebihan dari kemasan botol ada pada tutupnya flip top yang lebih aman nggak mudah tumpah dan praktis penggunaannya. Tinggal tekan sisi samping atas tutup botol maka akan terbuka sebagian. Jadi nggak perlu takut terlalu banyak cairan body wash yang keluar karena bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Ini penting banget buat saya karena memiliki anak kecil yang sudah biasa mandi sendiri, namanya anak kecil pasti belum punya takaran pasti, mereka asal tuang aja dan akibatnya terlalu banyak, bukannya jadi bersih eh malah sisa sabun nempel terus karena terlalu banyak.


Akhir cerita harian saya, jadi ibu rumah tangga yang juga work at home itu nggak gampang ya, waktu 24 jam aja rasanya masih kurang untuk menyelesaikan tugas harian dunia nyata ataupun dunia maya dan ditambah tugas mendidik anak dengan baik juga mengurus mereka. Dan perlu di ingat, sesibuknya kita sebagai ibu untuk rumah dan anak, jangan pernah lupa kalau kita juga seorang istri yang mesti terlihat cantik kan.

Tapi sebenarnya diri kita ini bukan hanya untuk anak dan suami aja, karena kita juga perlu bahagia untuk diri sendiri. Seperti saya yang memilih mengguyur badan dengan air dingin plus mandi parfum dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash, untuk me-recharge energi jadi bisa segar kembali untuk melanjutkan hari dengan riang. toh nantinya kalau kita bahagia, seisi rumah juga ikut bahagia, percaya deh!

#Vitalis #PesonaVitalis #VitalisxKEB #KEBVitalis #MandiParfum #VitalisBodyWash

Rabu, 18 Maret 2020

Libur Sekolah Serentak 14 Hari


Terhitung mulai dari kemarin kakak Rere sudah libur sekolah, padahal UTS sedang berlangsung jadi apa solusinya? Solusi terbaik menurut dewan guru ya soal ujiannya di kerjakan dirumah.

Kok bisa gitu? Apa nantinya nggak malah liat buku kalo nggak bisa ngerjain? Ah tidak, dari kemarin sampe hari ini semua berjalan lancar.
Semua juga tetap sama seperti biasa, bedanya jadi lebih santai. Bangun tidur lebih santai tanpa ada drama telat sekolah, mandi lebih santai nggak pake rebutan duluan mandi secara ada 3 anak sekolah, jadi bisa dibayangkan gimana saat pagi menjelang.

Kemarin pagi kakak Rere tetap mandi pagi (yang lebih lama dari biasanya) abis mandi langsung mengerjakan soal ujian tematik tema 5 subtema 3 dan 4 lanjut Aqidah. Semuanya dikerjakan sendiri, setelah selesai baru aq kebagian mengoreksi. Karena nggak ada permintaan untuk dokumentasi jadi ya nggak di foto.

Semalam baca di WAG kelas 2, ada instruksi untuk mendokumentasikan kegiatan anak2 sebagai bahan laporan ke sekolah.
Jadinya pagi ini setelah mandi, wudhu dan sholat Dhuha lalu di lanjut mengerjakan soal lagi, untuk hari ini ujian tematik tema 6 subtema 1 dan 2 dan Fiqih. Fotonya pun sudah di kirim ke WAG. Alhamdulillah semua lancar sama seperti kemarin.

Jadi apa sekolah dirumah ini mudah? Jawabannya tidak.
Mungkin sebagian anak akan menjawab lebih suka libur, tapi baru 2 hari aja kakak Rere sudah kangen sekolah. Terang aja, kalo sekolah sama ngaji dia dapat sangu.. hehe..

Yang merasa nggak mudah itu ya jelas emaknya, gimana enggak tiap hari yang biasanya udah banyak aktivitas seperti masak, nyapu, ngepel, nyuci, nyetrika dan semua itu dikerjakan sambil momong bayik. Belum lagi kerjaan di dunia maya yang nggak kalah banyaknya.

Pernah ada seseorang yang ngomentarin status saya tentang ibu-ibu yang multitasking akan cepat out alias game over. Astaghfirullah.. sebenarnya dikatai seperti itu saya memaafkan tapi saya nggak akan lupa! Karena pada hakekatnya setiap orang diciptakan multitasking oleh Allah. Contoh kecil nya aja, seorang emak bisa kok goreng ikan di sambi nyuci baju. Ah kenapa saya jadi curhat ya..! Hehe..

Kembali ke cerita sekolah.
Jadi setelah sekian banyak kerjaan harian saya, sekarang bertambah lagi mendampingi anak sekolah dirumah. Memastikan mereka mengerjakan dengan benar, pelajaran sekolah dan ngajinya. Juga memastikan mereka main nggak jauh-jauh dari rumah, juga memastikan kebersihan diri mereka.

By the way ada satu artikel yang menyebutkan dalam sejarah per 100 tahun selalu ada wabah besar yang sangat mematikan dan awal tahun ini di awali dengan musibah virus Corona,
Lengkapnya bisa dibaca sejarah wabah besar yang melanda dunia setiap 100 tahun tapi semoga virus Corona ini segera menghilang agar nggak jadi mimpi buruk yang seperti menghantui banyak orang ya.

Yang paling penting tetap jaga kesehatan diri dan lingkungan, agar terhindar dari virus jenis apapun.


Senin, 24 Februari 2020

Story, Si Bayi Sakit Dan Berobat Ke RSUD Dr. Soegiri Lamongan

Si bayi nggak mau senyum pas sakit


Pokoknya kalau anak sakit itu dunia serasa ikutan lemes, ah lebay.. tapi iya sih, kalo bayi sakit itu kan suka rewel karena mereka ngerasain sakit tapi nggak bisa bilang dimana yang sakit. Dan dari lahir sampe usia 6 bulan si bayi nggak pernah sakit, minggu lalu dia kena pilek, panas dan meler. Tapi dia nggak rewel dan tetap anteng seperti biasa.

Sembuh dari pilek dia jatuh dari tempat tidur dari situ badan dia panas sampai sekarang udah seminggu ini. Udah saya bawa ke bidan di kasih obat tapi ya gitu tetap anget adem terus. Udah pijit juga terhitung sudah 4kali. Dan tentunya saya merasa bersalah banget lah karena saya ninggalin dia tidur sendirian dikamar akhirnya si baby jatuh. Finally pagi ini saya makin kepikiran karena panasnya nggak hilang juga, inisiatif saya periksakan ke rumah sakit kali aja ada sesuatu yang nggak beres setelah dia jatuh kemarin.

Setelah konsul dengan sepupu saya yang jadi perawat desa, sekitar jam 8 berangkatlah saya ke RSUD Dr Soegiri Lamongan, sampai di sana antrian pendaftaran udah bejubel. Saya dapat nomer antrian B 052 dan terhitung kurang 25 nomer lagi baru saya di panggil. Setelah di panggil, registrasi nama si bayi karena belum pernah ke sini sedari dia pulang lahiran dulu. dapat nomer antrian poli anak lalu kita bayar pendaftaran di kasir.


Saya nunggunya agak jauh dari keramaian biar si bayi bisa anteng

Habis dari kasir kita ke poli anak, di sana kita mendapat nomer A 24 tapi ya gitu dokter nya belum datang juga, nunggu sekitar satu jam baru kita di panggil. Jadi setelah kita di panggil itu di dalam ke petugas pertama mencatat keluhan si pasien apa aja,

lanjut kertasnya di serahkan ke petugas lainnya untuk di masukkan ke data pasien yang mau di audit nyambung sama PC dokternya, udah gitu di ukur berat dan tinggi badan, lingkar kepala juga suhu tubuh.

Si bayi udah panas banget badannya 383 drajat lah. Nunggu lagi sebentar abis itu giliran si baby di periksa dokter sembari liat data keluhan pasien di PC tadi.
Pertanyaan pertama "mengapa bisa jatuh?" Di susul " sudah berapa lama panasnya?" Dan pertanyaan lain sebagainya.

Karena si baby memang nggak mau makan jadi berat badannya di bawah garis hijau kan, hari ini juga di singgung sama dokter, dan karena pas di situ demamnya 39 derajat dokternya bilang kalau si baby lemas dokter akan langsung merujuk opname tapi karena dia masih aktif jadi di suruh lab aja dulu, untuk mengetahui penyebab panasnya yang nggak turun juga.

Saya tanya apa perlu Rontgen kata dokter "tidak perlu kita lihat hasilnya dulu, kalau di liver nya ada virus ya kita akan tahu kalau panasnya ini karena virus apa!". Ya sudahlah kita ikuti saja.


Keluar dari poli anak kita lanjut ke kasir untuk bayar obat dan bayar lab. Saya dan suami bagi tugas niatnya biar nggak lama2. Saya yang ke laboratorium, suami ke farmasi. Biaya laboratorium 70 ribu rupiah. Lanjut daftar, nunggu lagi baru di panggil.

Masuk ruangan laboratorium di sambut mbak perawat yang menyuruh saya tiduran sama si bayi, nggak boleh di kasih nen. Nggak lama saya kebagian megangin kaki sama badannya, satu mbak megangin tangannya dan mbak lainnya bertugas ngambil darahnya. Setelah acara begal membegal selesai kita keluar sambil di beri tahu mbaknya kalau hasilnya keluar sekitar 2 atau 3 jam. Lagi-lagi harus nunggu, pas saya ke laboratorium sekitar jam 12 jadi perkiraan jam 3 selesai.

Sambil nunggu obat dan hasil lab, si bayi saya tidurkan di musholla

Sambil nunggu saya jalan ke musholla nyusulin suami yang tadi pamit mau sholat setelah dia bayar dan nunggu obat nya diracik. Karena obatnya jenis puyer jadi nunggunya sekitar 60 menit. Setelah suami selesai sholat dari pada boring saya jalan-jalan aja keliling rumah sakit sebenernya karena si bayi rewel juga sih.. hehe..

Pas jalan lihat plang pujasera, ah saya lapar karena dari pagi juga belum sarapan, suami juga lagi puasa jadi saya makan sendiri lah, Pesan bakso sama es teh manis makannya juga sambil gendong bayi yang rewel jadi nggak bisa menikmati banget tapi lumayan lah dari pada kelaperan.

Setelah makan saya balik ke musholla, trus kembali lagi nanyain obat mungkin sudah selesai tapi nyatanya belum. Sekitar jam 13.30 obat baru selesai, dan langsung saya minum kan ke baby, darurat sih sebenernya karena bentuknya puyer jadi bingung juga gimana cara ngaduknya. Nggak kurang akal saya pakai tutup botol air mineral buat wadah ngaduknya. Kalo yang bentuk sirup sih gampang aja tinggal pakai pipet kelar, nggak lama si baby pun tidur.



Tapi perjuangan kita belum selesai nih, kita masih nunggu hasil laboratorium keluar yang perkiraan sekitar jam 3an. Nunggu lama sampai rumah sakit mulai sepi maksudnya nggak seramai tadi pagi, pas jam 14.30 kita ke lab tanya hasilnya ternyata belum ketemu dan masih di cari. Astaghfirullah.. lama lagi..

Di loket juga nggak ada yang jaga, pas jam 15.20 ada mbak petugas yang baru muncul di loket, saya tanyai lagi lalu di cari kan dan akhirnya ketemu, penantian yang amat panjang. Untuk membaca hasil laborat kami disarankan untuk datang ke dokter jaga UGD, tapi karena takut bakalan antri lama seperti yang sudah-sudah jadi kami putuskan pulang aja dan minta bantuan petugas medis di desa aja.

Saya kasihan sama pak su karena dia lagi puasa dan harus wira-wiri plus nunggu seharian, jadi kami memutuskan untuk pulang aja. Dalam keadaan seperti ini kami memang harus selalu berdoa dan juga mengucap syukur, berdoa semoga si bayi segera sembuh dan mengucap syukur karena biarpun sakit dia masih aktif.

Sampai rumah si bayi udah keliatan lebih sehat, demamnya juga udah reda. Mbak-mbak petugas apotik tadi bilang kalau antibiotik nya suruh minum sampai habis, semoga bayi kecil ini segera sembuh. Amin..

Jadi tulisan ini sebenernya saya tulis waktu nungguin si bayi di rumah sakit, niatnya ingin langsung saya publish tapi nyatanya setelah hasil lab keluar saya yang udah capek banget langsung pulang, dan sampai rumah pun kembali beraktivitas dengan kegiatan rumah termasuk ngurusin kakak-kakaknya yang saya tinggal seharian.


Saya tetap mempublish apa adanya tanpa dirubah, maksudnya gaya bahasanya yang amburadul dan sebagainya biar ketika saya baca ini nantinya bisa mengingatkan saat memeriksakan si bayi cantik yang sedang sakit. Dan Alhamdulillah 2 atau 3 hari kemudian si bayi sudah sehat kembali, oh ya obatnya kan ada penambah nafsu makan setelah minum itu si bayi akhirnya mau makan memang nggak banyak sih tapi ya lumayan dari pada sebelumnya nggak mau sama sekali.

Jumat, 07 Februari 2020

Story Di Tunjuk Menjadi Kader Posbindu


Sebenarnya saya sedikit galau nih teman, ceeileee pakai galau kayak anak ABG aja..

Tapi emang iya sih, karena beberapa waktu yang lalu, seorang kurir dari balai desa datang mengantarkan surat. Awalnya bingung tumben-tumbenan dapat surat dari balai desa dan nama yang tertera di surat ya nama saya.

Pas saya buka ternyata undangan untuk rapat POSBINDU malam nanti ba'da isya, what??? Apa itu POSBINDU??? Apa cuma saya yang belum tau istilah itu?? (Ketauan deh bodoh nya.. wkwkwk) awalnya mikir kok mirip kayak posyandu ya, jadi saya langsung menghubungi sepupu saya yang bekerja sebagai petugas kesehatan desa. Tapi karena lama nggak di balas jadi inisiatif googling aja deh.

Dan menurut situs resmi Dinkes, Posbindu PTM merupakan peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, monitoring dan tindak lanjut faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) secara mandiri dan berkesinambungan.

Kegiatan ini dikembangkan sebagai bentuk kewaspadaan dini masyarakat dalam mengendalikan faktor resiko PTM karena pada umumnya faktor resiko PTM tidak bergejala dan seringkali masyarakat datang ke fasilitas pelayanan kesehatan dalam keadaan komplikasi

Abis googling, mikir keras nih ceritanya. Kenapa saya dapat undangan tersebut? Nggak lama sepupu saya jawab pertanyaan saya tadi yang kira-kira jawabannya hampir mirip sama yang saya googling tadi dan saya nanya lagi dong, kenapa saya di undang? Mbak Nik cuma jawab, nggak tau dek, kita petugas kesehatan nggak ada yang tau siapa aja yang di undang karena yang nunjuk ya pak kades sama bu kades sendiri, yang kami tau perkiraan satu desa hanya 7 orang yang di undang jadi satu kader menghandle 2 RT.

What's??? Pertanyaan di kepala makin banyak. Setelah diskusi dengan suami, akhirnya saya memutuskan untuk datang, lagian nggak enak kan kalau nggak hadir. Suami cuma bilang, yang penting hadir aja dulu. Urusan gimana kedepannya ya di pikir nanti, toh kita belum tau di suruh apa atau gimana.

Sebenarnya ini bukan pertama kalinya di undang rapat di baldes, karena beberapa tahun yang lalu saya dan mbak Rit menjadi kader Bank Sampah RT, tapi kemudian tugas nya kami alih kan ke ibu-ibu yang lain jadi sekarang saya cuma jadi anggota tetap aja.

Pas berangkat abis isya, si baby sudah tidur jadi saya tinggal sama kakak-kakak nya, dengan catatan kalau dia bangun si kakak harus langsung telpon saya karena pak su lagi ada acara pengajian di rumah teman.

Sampai di baldes sudah banyak orang yang ternyata, ada pak RT sebanyak 14 orang, kader jumantik 14 orang dan yang baru gabung termasuk saya ada 5 orang.
Pak kades sedang memberi sambutan

Waktu pak kades memberikan sambutan, juga beberapa poin termasuk mengapa di bentuk posbindu dan mengapa kami di tunjuk, waktu itu memang beliau menjelaskan intinya seperti ini "njenengan nggak perlu minder kalau ada yang nggak sekolah tinggi tapi kok ditunjuk jadi kader, saya memilih njenengan karena saya anggap mampu". Karena waktu itu kami duduknya membaur jadi ya nggak jelas, maksud pak kades itu ditujukan untuk siapa.

Setelahnya kami berpencar mengikuti kelompok masing-masing, yaitu kader jumantik dan kader posbindu. Nah dari sini saya auto minder karena semua orang yang ditunjuk jadi kader posbindu ternyata mereka anak kuliahan semua. Dan siapa lah saya yang nggak pernah nyemilin bangku kuliah.. hehehe.. dan langsung merasa kalau perkataan pak kades tadi mungkin buat saya (ke GR-an)

Kalau pas dateng ke satu event blogger bareng anak kuliahan sih sudah biasa, teman-teman blogger saya juga mayoritas anak kuliahan semua, tapi ini untuk pertama kalinya saya di tunjuk satu grup yang notabene punya ijazah S1 semua tapi di desa sendiri, rasanya itu gimana ya, seperti permen nano-nano lah kira-kira.

Tapi ya sudahlah, saya harus mengesampingkan rasa malu dan minder. Kalo ada orang yang percaya saya mampu dan bisa, itu berarti beliau sudah mempercayai kemampuan saya kan. Jadi tinggal bagaimana cara saya mempertanggung jawabkan kepercayaan tersebut.

Kamis, 06 Februari 2020

Cara Me-repost Postingan Instagram Tanpa Aplikasi


Sejak kemunculan instagram saya termasuk pengguna setia instagram lho, dari mulai download aplikasinya dan daftar akun pertama sampai sekarang saya sudah memiliki 4 akun, tapi hanya https://instagram.com/fionazisza03 aja yang aktif, yang lainnya saya biarkan begitu aja. Dari awal follower cuma 500an dan berusaha gimana caranya agar follower nambah. Baca story nya Di sini

Sebagai seorang yang mengaku-ngaku digital people, sosial media saya memang selalu aktif dan saling bertautan. Dan juga karena tuntutan pekerjaan saya jadi lebih aktif bersosmed dari pada jaman dulu, yang awalnya saya hanya posting di sosial media sebagai pengingat saja. Tapi sekarang mindset saya sudah berubah. Sekarang lebih dimanfaatkan dalam hal pekerjaan ataupun share hal-hal yang cenderung bermanfaat dan nggak alay seperti dulu. Alhamdulillah, sedikit-sedikit saya mulai belajar membenahi diri juga.

Teman, pernah nggak sih liat postingan di Instagram yang keliatan keren banget, trus pengen nge-share ulang atau biasa di sebut repost? Saya sering sekali sih, trus kepo bagaimana caranya bisa ngerepost seperti orang-orang.

Coba download aplikasi repost, pertama kali coba bisa repost foto tapi captionnya nggak bisa. Coba install lagi yang lain sama juga. Pun berlanjut sampai beberapa kali seperti itu.

Sempat tanya teman yang di postingannya pernah repost juga, jawabannya juga pakai aplikasi yang tadi sudah saya coba. Tapi kenapa pas saya coba nggak bisa ya???
Akhirnya saya menyerah, nggak usah merepost aja lah. Dan aplikasi-aplikasi tersebut saya hapus semua.

Sampai suatu ketika, pas kurang kerjaan saya utak-atik hape. Mencoba mencari cara lagi untuk merepost, antara sengaja dan tidak, tapi kok ternyata bisa ya.
Dan ya, saya berhasil dengan cara yang sedikit ribet memang.
Bagi kalian yang ingin tau, saya akan jelaskan step-step nya. Simak ya guys..

Pertama-tama masuk ke aplikasi instagram,
Pilih foto yang mau di repost,
Klik titik tiga di pojok kanan atas layar.

Pilih salin tautan.

Kemudian pergi ke chrome, dan paste kan tautan tersebut.

Lalu akan muncul postingan tersebut,

Kemudian silahkan pilih, bagian mana yang ingin di share dan copy.

Kemudian pergi ke Instagram dan paste-kan ke postingan.

Cara ini memang sedikit ribet, tapi memperingan daya kerja hape karena nggak perlu aplikasi yang jelas memakan ruang penyimpanan yang nggak sedikit.

Dan inilah cara saya merepost postingan di instagram, semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Minggu, 12 Januari 2020

Mandi Parfum Rahasia Keharuman Sepanjang Hari


Dua hari yang lalu saya, si bayi dan juga kakak Rere niatnya mau pergi beli martabak manis, tapi baru jalan sekitar 3Km udah disambut sama hujan gerimis yang manis, berhubung di rumah bedak juga udah mau sekarat ya sekalian aja beli bedak dan berteduh ke minimarket, setelah belok ke minimarket nyatanya hujan yang semula hanya rintik-rintik langsung jadi deras, untung tadi belok. Coba kalau masih nekat beli martabak pasti si bayik udah kebasahan.

Di minimarket kita nggak buru-buru ngambil barang yang di tuju, sembari nunggu hujan yang masih deras juga kan jadi muter-muter dulu kali aja ada barang diskonan atau apa, ya secara jiwa emak-emak saya bergejolak jika melihat harga barang yang di bawah harga aslinya. Lumayan kan ngirit dikit.. hehe..

Pemberhentian pertama mata langsung tertuju pada parfum karena kakak Rere bilang parfumnya udah mau abis, dan dia juga tipe anak yang suka gonta ganti parfum, temannya pakai apa dia bakal ikutin, entar ganti lagi gitu terus sampai pohon tomat berbuah cabe.. hehe

Setelah mengamati rak yang berjejer manis, mata langsung tertuju pada parfum yang bergandengan mesra sama botol sabun mandi dengan merek yang sama, ah langsung ingat di timeline instagram teman-teman pada ramai pakai ini dengan jargon "mandi parfum". bisa di tebak..??

Yup.. Vitalis Exotic Body Scent Tokyo Wonder kemasan 100ml bergandeng mesra dengan Vitalis Perfumed Moisturizer Body Wash varian Fresh Dazzle skin refreshing kemasan 50 ml karena dalam masa promo. Nyari keterangan harga kok nggak ada, saya langsung menuju ke kasir untuk menanyakan harga asli dan harga promo. Dan si mas nya bilang harganya sama-sama 15k, takutnya kalau ada promo harganya di naikkan dikit ternyata tidak, harganya tetap sama. Ya mayan kan beli parfum dapat gratisan sabun cair.


Memang di botol nya sudah diberi keterangan not for sale karena dalam masa promosi produk baru, kalau parfum Vitalis sih dari jaman sekolah dulu sudah pakai, hanya variannya lebih banyak sekarang. Parfum yang saya beli wanginya menyenangkan dan menyegarkan.

Pagi nya sebelum berangkat sekolah kakak Rere bilang mandinya mau pakai sabun mandi yang semalem, saya iya kan aja. Toh anak kecil memang gitu kan, kalau punya barang baru pasti buru-buru di pakai dan bisa-bisa di pakai terus malah. hehe..
Dia pun mandi dengan semangat, padahal biasanya malas-malasan.


Saat pamit mau berangkat sekolah, ritual pagi selalu cium tangan dan pipi. Pas saya cium, eh iya beneran wangi banget ya si sabun ini. Dari pada penasaran berkelanjutan lebih baik coba sendiri ya, dan setelah mandi pakai Vitalis Parfum Moisturizer Body Wash wanginya tetep nempel berasa kayak habis mandi parfum beneran. Wanginya menyegarkan karena mengandung yuzu orange dan green tea ekstrak. Selain wangi, kulit juga lembut dan nggak kering.

Kakak Rere udah pesen kalo sabun cair Vitalis nya habis dia mau beli lagi. Jadi sekarang tanpa parfum pun udah wangi banget, makin pede juga karena wanginya tahan lama.