Rabu, 10 April 2019

Pengalaman Pertamaku Menggunakan KIS Dari BPJS

Assalamualaikum..
Ini sepenggal pengalamanku pertama kali pakai Kartu Indonesia Sehat dari BPJS.
Ceritanya baru Nerima KIS ditangan, trus karena aku awam sekali dengan program pemerintah tersebut, aku penasaran apa aja sih guna dan manfaat kartu tersebut.
Aku Googling nih, cara pakainya.
Menurut artikel yang aku baca, cara pakainya cukup mudah, tinggal minta surat rujukan dari faskes 1 terus dibawa ke rumah sakit atau tempat yang ditunjuk. Tapi kalau sudah darurat atau parah bisa langsung ke rumah sakit tanpa surat rujukan dari faskes 1. Tentunya dengan beberapa persyaratan dan ketentuan dari BPJS. Mudah kan..
Berhubung sekarang aku lagi hamil,
dan biasanya aku kalau periksa ke poli hamil di RS selalu ngrogoh kocek beberapa ratus ribu, mulai dari pendaftaran dan USG sebesar kurleb 80ribu, setelah Konsul sama dokter terus dikasih resep. Nah kita bayar lagi biaya Konsul dokter kurleb 30ribu dan biaya obat untuk satu bulan tergantung apa keluhan kita pas hamil. Jadi kalau ditotal paling dikit ngeluarin 250ribuan lah..
Nyoba lah aku, minta surat rujukan buat periksa kehamilan ke rumah sakit. berbekal info dari artikel tersebut, berangkatlah aku ke faskes 1 yaitu puskesmas kecamatan tanpa surat rujukan dari bidan, nggak bawa KMS, nggak bawa hasil USG bulan lalu, atau data kehamilan apapun. sampai di sana aku ke loket pendaftaran, ditanya mau apa, aku jawab mau minta surat rujukan ke rumah sakit untuk periksa kehamilan. Setelah di registrasi, aku diberi nomor antrian dan menunggu sebentar.
Tak berapa lama, dipanggil dan masuk ke poli KIA,
Pas ketemu bidannya, kira-kira beginilah percakapannya.
ditanya "mau periksa apa?",
dengan lugunya aku jawab "mau minta surat rujukan buat periksa ke rumah sakit".
Ditanya lagi " mbaknya ada masalah dengan hamilnya?".
"Nggak Bu!".
"Kalau nggak ada masalah kenapa mbaknya minta surat rujukan? Surat rujukan itu ditujukan untuk pasien yang hamilnya bermasalah, itupun puskesmas baru memberikan kalau ada surat rujukan dari bidan, atas keluhannya!".
"Jadi gitu ya Bu, maaf sy kurang paham"
"Iya gitu mbak, pihak BPJS pun nggak bisa langsung ngasih apa yang pasien minta, karena BPJS punya ketentuan khusus apa yang bisa dibiayai oleh mereka, jadi kalau mbaknya mau USG ya terpaksa harus bayar sendiri..!"
Dan bla..bla..bla..
So aku hanya bisa iya..iya..
Jadi, kesimpulannya aku nggak bisa periksa hamil pake KIS dari BPJS.
Padahal pas aku baca beberapa artikel di google, semua merujuk gimana mudahnya pake Kartu sakti tersebut.
Atau mungkin aku yang kurang memahami prosedur ataupun ketentuan dari BPJS.
So kalau aku mau USG mesti ngeluarin dari kocek pribadi.
Sebenarnya kalau tentang pelayanan di Puskesmas aku sangat nyaman karena setelah adanya program akreditasi pemerintah semua puskesmas dibangun kembali dengan rapi dan indah, tempatnya lebih bersih, penataan ruangnya juga bagus.
Staffnya ramah,murah senyum dan humble. Ya, semua itu demi kenyamanan pasien.
Overall mungkin aku yang harus lebih banyak belajar tentang program-program pemerintah.
Itulah sedikit ulasanku tentang pengalaman pribadiku.
Jika ada yang lebih berpengalaman di bidang ini, atau pernah punya pengalaman serupa bisa komen dibawah.
Wassalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar