Rabu, 18 Maret 2020

Libur Sekolah Serentak 14 Hari


Terhitung mulai dari kemarin kakak Rere sudah libur sekolah, padahal UTS sedang berlangsung jadi apa solusinya? Solusi terbaik menurut dewan guru ya soal ujiannya di kerjakan dirumah.

Kok bisa gitu? Apa nantinya nggak malah liat buku kalo nggak bisa ngerjain? Ah tidak, dari kemarin sampe hari ini semua berjalan lancar.
Semua juga tetap sama seperti biasa, bedanya jadi lebih santai. Bangun tidur lebih santai tanpa ada drama telat sekolah, mandi lebih santai nggak pake rebutan duluan mandi secara ada 3 anak sekolah, jadi bisa dibayangkan gimana saat pagi menjelang.

Kemarin pagi kakak Rere tetap mandi pagi (yang lebih lama dari biasanya) abis mandi langsung mengerjakan soal ujian tematik tema 5 subtema 3 dan 4 lanjut Aqidah. Semuanya dikerjakan sendiri, setelah selesai baru aq kebagian mengoreksi. Karena nggak ada permintaan untuk dokumentasi jadi ya nggak di foto.

Semalam baca di WAG kelas 2, ada instruksi untuk mendokumentasikan kegiatan anak2 sebagai bahan laporan ke sekolah.
Jadinya pagi ini setelah mandi, wudhu dan sholat Dhuha lalu di lanjut mengerjakan soal lagi, untuk hari ini ujian tematik tema 6 subtema 1 dan 2 dan Fiqih. Fotonya pun sudah di kirim ke WAG. Alhamdulillah semua lancar sama seperti kemarin.

Jadi apa sekolah dirumah ini mudah? Jawabannya tidak.
Mungkin sebagian anak akan menjawab lebih suka libur, tapi baru 2 hari aja kakak Rere sudah kangen sekolah. Terang aja, kalo sekolah sama ngaji dia dapat sangu.. hehe..

Yang merasa nggak mudah itu ya jelas emaknya, gimana enggak tiap hari yang biasanya udah banyak aktivitas seperti masak, nyapu, ngepel, nyuci, nyetrika dan semua itu dikerjakan sambil momong bayik. Belum lagi kerjaan di dunia maya yang nggak kalah banyaknya.

Pernah ada seseorang yang ngomentarin status saya tentang ibu-ibu yang multitasking akan cepat out alias game over. Astaghfirullah.. sebenarnya dikatai seperti itu saya memaafkan tapi saya nggak akan lupa! Karena pada hakekatnya setiap orang diciptakan multitasking oleh Allah. Contoh kecil nya aja, seorang emak bisa kok goreng ikan di sambi nyuci baju. Ah kenapa saya jadi curhat ya..! Hehe..

Kembali ke cerita sekolah.
Jadi setelah sekian banyak kerjaan harian saya, sekarang bertambah lagi mendampingi anak sekolah dirumah. Memastikan mereka mengerjakan dengan benar, pelajaran sekolah dan ngajinya. Juga memastikan mereka main nggak jauh-jauh dari rumah, juga memastikan kebersihan diri mereka.

By the way ada satu artikel yang menyebutkan dalam sejarah per 100 tahun selalu ada wabah besar yang sangat mematikan dan awal tahun ini di awali dengan musibah virus Corona,
Lengkapnya bisa dibaca sejarah wabah besar yang melanda dunia setiap 100 tahun tapi semoga virus Corona ini segera menghilang agar nggak jadi mimpi buruk yang seperti menghantui banyak orang ya.

Yang paling penting tetap jaga kesehatan diri dan lingkungan, agar terhindar dari virus jenis apapun.


1 komentar:

  1. Hihihi akhirnya malah sampai 3 mingguan ya, saya oke-oke saja deh, asal anak-anak aman, kalau ke sekolah rasanya was-was, meski akhirnya lama-lama ya terbiasa juga dengan keadaan seperti ini, mau nggak mau kudu menjaga daya tahan tubuh ya.

    Semoga virusnya segera berlalu :)

    BalasHapus