Posbindu PTM

Dengan Posbindu PTM,Yuk Deteksi Kesehatan Secara Mandiri - hai teman, sharing kita kali ini akan membahas tentang pelaksanaan posbindu PTM. Mungkin masih banyak diantara kita yang belum memahami apa itu posbindu PTM, bagaimana pelaksanaannya dan apa pula manfaatnya bagi kita? Jadi mari kita kupas satu persatu ya.


Pengertian Posbindu PTM.

Posbindu PTM adalah singkatan dari pos bimbingan terpadu screening penyakit tidak menular terintegrasi, serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik.

Penyakit tidak menular merupakan titik akhir dari perjalanan faktor risiko yang tidak terkendali yaitu faktor risiko perilaku seperti merokok, diet tidak seimbang, alkohol dan kurang aktifitas fisik yang akan menjadi faktor risiko perantara (hipertensi, hiperglikemia, obesitas dan hiperlipidemia) yang nantinya akan menuju pada titik akhir. Pengendalian PTM lebih dititik beratkan untuk mencegah faktor risiko, jadi tidak akan berdampak pada sosial ekonomi.


Target Posbindu PTM

Karena posbindu ini sifatnya untuk mendeteksi penyakit tidak menular maka sasarannya sangat luas, dimulai dari anak usia 15 tahun hingga usia pra lansia yaitu 49 tahun. Dikarenakan usia ini memang usia produktif jadi sebisa mungkin menghindari penyebab terjadinya penyakit tidak menular tersebut.


Lalu apa perbedaan Posbindu dan Posyandu? 

Perbedaan terutama pada sasaran. Pada Posyandu mencakup bayi, balita, Ibu hamil, ibu menyusui , ibu nifas, serta Wanita usia subur. Sedankan sasaran usia Posbindu Kelompok Masyarakat Sehat, Berisiko dan Penyandang PTM atau orang dewasa yang berumur 15 tahun keatas.


Pelaksanaan Posbindu PTM

pelaksanaan kegiatan posbindu ptm biasanya dilakukan tiap 3 bulan sekali, tapi mulai bulan lalu di desa saya di adakan tiap satu bulan sekali, karena masa pandemi seperti ini membuat kita harus selalu waspada terhadap gejala suatu penyakit.


Alur 5 meja posbindu PTM antara lain;

A. Pendaftaran

Para peserta mulai dicatat oleh kader di meja pendaftaran, data yang ada disini juga nantinya langsung dimasukkan ke data yang ada di pusat secara online.

B. Wawancara

Kader melakukan wawancara untuk menggali informasif aktorresiko keturunan dan perilaku peserta.

C. Penimbangan dan pengukuran tinggi badan.

Disini kader akan bertugas melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar perut juga menghitung indeks masa tubuh. Dengan begitu kita juga bisa mengetahui perhitungan lemak yang ada ditubuh kita.

D. Pengecekan tekanan darah, kolesterol dan diabetes.

Di bagian ini para bidan dan tenaga kesehatan melakukan pengecekan tekanan darah, kolesterol dan diabetes.

E. Melaksanakan konseling (diet, merokok, stress, aktifitas fisik dan lain-lain)

Setelah dicek kolesterol dan sebagainya, para petugas medis kemudian melakukan konseling kepada peserta, dan peserta pun bisa bebas berkonsultasi keluhan ataupun masalahnya. Lalu obat umum diberikan sesuai keluhan dari peserta yang sudah melakukan konseling juga pengecekan tadi.
Di usia mendekati pra lansia hasilnya rata-rata para peserta posbindu mengeluhkan hipertensi dan pegal linu.


Alur Tindak lanjut Posbindu PTM

Kegiatan Posbindu PTM ini hanya mendeteksi factor risiko penyakit tidak menular, tidak sampai ke pengobatan, dan jika ditemukan hasil pemeriksaan tidak normal diberi edukasi/konseling atau dirujuk ke fasilitas kesehatan ( klinik, puskesmas, rumah sakit)


Manfaat posbindu PTM.

Setelah melaksanakan tugas menjadi kader posbindu saya jadi lebih menyadari pentingnya pelaksanaan posbindu PTM itu sendiri,
Karena Penyakit Tidak Menular (PTM) ialah penyakit yang tidak terdeteksi karena umumnya tidak bergejala dan tidak ada keluhan. Biasanya ditemukan dalam tahap lanjut sehingga sulit disembuhkan dan berakhir dengan kecacatan atau kematian dini. Untuk mencegah angka tersebut maka pemerintah mencanangkan program Posbindu PTM Kemenkes ini.


Peningkatan Gaya Hidup Sehat dengan Perilaku CERDIK

C : cek kondisi kesehatan secara berkala
E : enyahlah asap rokok
R : rajin aktifitas fisik
D : diet sehat dengan kalori seimbang
I : istirahat yang cukup
K : kelola sress.

Posbindu PTM Kemenkes

Nah sekarang kita sudah memahami pentingnya posbindu PTM kan, jadi jangan ragu untuk melakukan pengecekan ya..

2 Komentar

  1. Baru tau saya ada Posbindu PTM. Kalo posyandu tau. Soalnya dulu waktu kecil seneng banget kalo suruh berangkat timbangan ke Posyandu. Soalnya dapet banyak makanan, wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Konsep posbindu dan posyandu sebenernya sama, cuma sasarannya yang beda.
      Kalo posyandu buat anak2, dan posbindu untuk usia 15 sampe 49 tahun gunanya deteksi dini penyakit tidak menular.
      Gitu ya..

      Hapus

Posting Komentar