7 cara mengolah sampah agar bermanfaat dan bernilai ekonomis - Kita semua tau jika membahas permasalahan sampah nggak akan pernah ada habisnya. Bahkan masalah sampah sampai saat ini masih menjadi permasalah dunia. bagaimana tidak, setiap hari semua orang memproduksi sampah baik sampah rumah tangga ataupun sampah industri. Dan yang sangat disayangkan kesadaran masyarakat tentang sampah pun masih kurang.

Nah, kesadaran tentang sampah ini lah yang harus lebih dulu dibenahi dan harus ditanam pada tiap orang. Memang setiap harinya kita nggak bisa luput dari memproduksi sampah tapi paling tidak kita bisa kok menguranginya. Terlebih lagi saat pandemi seperti ini, banyak aktivitas yang harus terhenti karena kita diharapkan untuk tetap dirumah aja. Imbasnya tukang sampah pun ikut berhenti kerja mengambil sampah di tiap rumah-rumah warga. Jadi kita harus pintar-pintar memikirkan cara mengolah sampah harian.

Di artikel kali ini kita akan membahas cara menanggulangi sampah yang ada disekitar kita agar lebih bermanfaat dan bahkan bisa ditukar dengan uang.


Apa saja yang bisa kita lakukan dengan sampah-sampah tersebut? Yuk simak tips berikut;

1. Pisahkan sampah kering dan sampah basah.

Saat tekat untuk meminimalisir sampah sudah bulat, jadi hal pertama yang harus dilakukan adalah memisahkan berdasarkan jenis-jenisnya. Apa sajakah itu?

A. Sampah kering

Sampah kering ini bisa meliputi ; kantong plastik, botol plastik, kardus, kertas, bungkus minyak goreng refill, sabun cuci piring, besi, aki, kabel, pipa paralon, karet dll.

B. Sampah basah.

Yang disebut sampah basah ialah sampah yang sifatnya bisa membusuk jika disimpan dalam jangka waktu yang lama, meliputi ; nasi, sayuran, kulit buah, daun kering, kulit bumbu dll.

C. Sampah B3 (bahan beracun dan berbahaya)

Sampah B3 ini ialah sampah yang tidak bisa terurai dan sifatnya juga berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Meliputi ; pecahan piring atau botol (beling), batu baterai bekas, aki, dll.

Setelah memahami jenis-jenis sampah mari kita lanjut memilah sampah-sampah tersebut, tempatkan 3 tempat sampah lalu beri keterangan untuk tiap jenisnya. Lalu ketika membuang sampah selalu perhatikan jenis sampah tersebut agar tidak tercampur menjadi satu.
Dari sini kita sudah bisa belajar memahami jenis sampah tersebut agar lebih mudah dalam cara mengelola sampah nantinya.


2. Mengubah sampah organik menjadi kompos.

Setiap hari kita selalu menghasilkan sampah organik rumah tangga, contohnya ketika memasak selalu ada sampah kulit bumbu, nasi sisa ataupun sisa potongan sayuran akan kita buang. Atau kalau sedang menyapu halaman ada banyak daun berguguran. Mulai sekarang cobalah membuat pupuk kompos dengan sampah tersebut.

  • Pertama siapkan wadah yang berpenutup dan beri lubang di bagian bawah (komposter)
  • Masukkan pupuk organik sebagai biang pupuk. (Bisa dibeli di toko pertanian)
  • Potong-potong daun kering atau sisa sayuran agar lebih cepat terurai, masukkan ke dalam komposter lalu tutup.
  • Siram dengan air bekas cucian beras 2 hari sekali.
  • Kita bisa selalu menambahkan sampah basah baru tiap hari dibagian atas, dan dalam 2 minggu pupuk organik pun sudah jadi dan bisa dipanen.
  • Cara memanennya cukup mudah, buka penutup bawah dan ambil pupuk dibagian bawah yang sudah terurai. Jika masih keras tandanya sampah belum terurai sepenuhnya.


Nah sekarang kita sudah memiliki pupuk yang siap digunakan untuk tanaman dipekarangan.


3. Membuat kebun sayur

Sering kali saat masak kita menemukan sayur, buah dan bumbu yang menjadi kering bahkan busuk karena lama tak terpakai, selain dibuat menjadi kompos kita juga bisa menanamnya lho.
Caranya cukup tabur saja cabe atau tomat kering tadi ke polibag yang sudah di isi tanah dan pupuk yang kita buat tadi. Nggak lama satu persatu akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Jadi kalau kita bisa punya kebun sayur sendiri bakal jadi lebih hemat kan!


4. Menjual sampah anorganik ke bank sampah.

Bagi yang belum tau, sampah anorganik bisa disulap menjadi duit lho.. percaya nggak? Harus percaya dong.
Caranya pilah-pilah lagi berdasarkan jenis dari sampah anorganik yang sudah kita kumpulkan. Pisahkan sampah plastik (kresek), refill minyak goreng, buku, kertas, kardus, duplek, botol dan gelas plastik, besi, aluminium, kaleng dll dalam wadah terpisah berdasarkan jenisnya lalu bawa ke bank sampah.

Di sana, sampah kita akan ditimbang oleh petugas, dicatat dan di hargai sesuai harga yang sedang berlaku. Uangnya pun bisa kita tabung atau bisa di ambil langsung.
Ini nih yang namanya mengolah sampah menjadi rupiah, jangan malu karena hasil pemasukan dari sampah kita sedikit, kalau kita rutin menimbang sampah uang direkening kita bakal lumayan lho, bahkan bisa buat ganti bayar tagihan listrik tiap bulan.


5. Mengatasi sampah B3

Sampah B3 ini sifatnya sulit terurai maka solusi terbaik ialah dengan menguburnya dalam tanah yang agak dalam, itupun kalau kita memiliki lahan yang cukup untuk mengubur sampah B3 tersebut. Kalau tidak, kita bisa menitipkan ke bank sampah yang nantinya akan di ambil oleh pengepul khusus limbah B3 ini.


6. Meminimalisir penggunaan plastik.

Nah cara mengelola sampah yang terakhir ialah meminimalisir penggunaan sampah plastik, caranya bagaimana? Banyak banget sih. Bisa dengan cara;

A. mengurangi penggunaan kantong plastik atau kresek.

Kalau belanja sebaiknya kita bawa sendiri tas kain atau tas ramah lingkungan lainnya.

B. Mengurangi penggunaan plastik sebagai alat rumah tangga.

Mulai sekarang yuk kurangi penggunaan alat masak dari plastik, coba ganti baskom plastik menggunakan baskom aluminium, dsb.

C. Membawa sendiri alat makan, minum dari rumah.

Sekarang sedang banyak digalakkan untuk membawa alat makan sendiri dari rumah, selain untuk mengurangi sampah hal ini juga bertujuan untuk menjaga kebersihan apalagi saat pandemi seperti ini.


Sampai disini kita sudah memahami cara mengelola sampah agar lebih bermanfaat. Dan hasilnya membuat lingkungan bersih, kita punya kebun sayur dan buah sendiri, yang terakhir kita memiliki pemasukan tetap dari bank sampah. Lumayan kan..!

Sampai disini sharing kita, kalau teman punya solusi untuk mengolah sampah lainnya, yuk share di kolom komentar.

Post a Comment