Judul Buku: Sunnah Monogami – Mengaji Alquran dan Hadist

Pengarang: Dr. Faqihuddin Abdul Kodir

Penerbit dan Tahun Terbit: Umah Sinau Mubadalah dan Graha Cendekia, 2017

Jumlah Halaman: 382

Genre: Nonfiksi

 

Selama ini ini kita pasti sering mendengar ungkapan poligami sebagai sunnah nabi, bahkan hal ini juga yang sering digunakan sebagai alasan bagi seorang suami kalau ingin menikah lagi. 


Mungkin sebagian dari pelaku poligami memiliki alasan tertentu sebagai tameng untuknya melakukan hal tersebut misalkan adanya ketidakcocokan dengan pasangan tapi enggan bercerai karena memikirkan perasaan anak jadi bukan malah mencari solusi atas masalahnya mereka lebih suka mencari kesenangan di tempat lain, ada juga yang berpoligami dengan alasan belum memiliki keturunan, dan juga alasan krusial lainnya.

 

Saat seorang suami memutuskan untuk berpoligami syarat utamanya ia harus bisa bersikap adil, tapi keadilan seperti apa yang bisa diberikan kepada kedua istrinya? Apakah keadilan soal nafkah, perhatian, waktu, dll. Karena perilaku poligami sejatinya akan menyakiti hati perempuan entah itu yang jadi istri tua ataupun yang jadi istri muda.

 

Sunnah Monogami - Mengaji Alquran dan Hadist

Setelah membaca buku Sunnah Monogami – Mengaji Alquran dan Hadist, saya bisa menyimpulkan bahwa Dr. Faqihuddin Abdul Kodir memberikan pendapat yang berbeda berdasarkan re-inpresentasi ayat-ayat Alquran dan hadist bahwa sebenarnya yang sunnah ialah monogami, bukan poligami.

 

Praktek poligami sebenarnya sudah ada jauh sebelum nabi Muhammad membawakan ajaran agama Islam, bahkan nabi Muhammad sendiri tidak mengijinkan Sayyidina Ali untuk mempoligami Fatimah, karena mempoligami Fatimah akan menyakiti hati Fatimah sama dengan menyakiti hati Rasulullah.

 

Dalam buku Sunnah Monogami ini berisi 3 bab,

Bab 1 membaca dengan perspektif perempuan

Bab 2 Alquran menegaskan monogami

Bab 3 sunnah memilih monogami

 

Dalam tiap babnya akan banyak kita temukan ayat Alquran dan hadist sebagai pendukung anjuran monogami. selain itu kita juga akan banyak menemukan penjelasan problem-problem yang dialami saat poligami, memaparkannya dengan lebih dalam juga didukung dengan interpretasi terhadap ayat-ayat Alquran dan hadist, serta didukung dengan pendapat ulama yang semakin mengarahkan dukungan dan anjuran pada monogami.

 

Akhir kata, saya termasuk salah satu orang yang kurang setuju dengan praktik poligami karena menurut saya poligami itu sendiri lebih banyak menyakiti hati perempuan. 


Saya sarankan kalian membaca buku Sunnah Monogami – Mengaji Alquran dan Hadist ini juga, karena dalam buku ini kita akan menemukan perspektif yang berbeda dari ayat-ayat yang dianggap mendukung poligami.

 


Post a Comment