Karnaval 2022
Sebagian peserta karnaval

Euforia Karnaval HUT RI ke 77 Desa Pucangro -  Menurut saya, bulan Agustus sungguh bulan yang sibuk. Biarpun sibuk tapi rasanya seneng banget karena mulai awal bulan di desa sudah terlihat sibuknya warga menyiapkan perayaan menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia.


Setiap tahunnya kami warga desa Pucangro, kec Kalitengah, kab Lamongan selalu mengadakan pawai karnaval dengan rute melewati semua jalan yang ada di desa. Kami terbagi menjadi 14 tim sesuai RT masing-masing, dan tiap tim membuat kreasi seni yang nantinya ikut diarak di acara karnaval. Kreasi seni ini nantinya akan dinilai untuk dipilih tim mana yang menjadi juara 1,2, dan 3.

Kriteria penilaiannya ialah

  • keindahan kreasi seni
  • kekompakan peserta (warga RT)
  • kerapian / ketertiban dan keserasian peserta
  • keutuhan peserta dan kreasi seni

 selain itu ada beberapa himbauan yang harus dipatuhi para peserta karnaval agar nggak sampai didiskualifikasi, seperti:

  • dilarang membawa petasan atau minum minuman keras
  • dilarang membunyikan petasan diperjalanan (hanya boleh membunyikan petasan di area lapangan)
  • dilarang memotong jalur
  • dilarang naik ke kendaraan atau kreasi kecuali hanya 1/2 orang.

 

Sayangnya pandemi yang berlangsung selama 2 tahun kemarin, mau nggak mau harus meniadakan acara karnaval Agustusan yang pastinya mengumpulkan massa yang nggak sedikit. Jadi setelah 2 tahun nggak ada acara karnaval menyambut HUT RI, akhirnya seneng banget tahun ini bisa merasakan euforia karnaval di desa. Maklum aja ya teman, terakhir saya ikut karnaval itu tahun 2018, di tahun 2019 saya absen ikut karnaval karena belum lama melahirkan baby Hazel, duh rasanya waktu itu pingin langsung ikutan perayaan rakyat setahun sekali ini tapi ya sadar diri anak masih bayi.


Di karnaval tahun 2018, RT kami membuat kreasi dengan tema Sea Games karena kebetulan waktu itu sedang digelar Sea Games 2018 yang bertempat di Jakarta dan Palembang. Untuk kreasinya kami membuat obor Sea Games dan para peserta menggunakan kostum ala-ala para atlet seperti atlet panahan, atlet bulu tangkis, atlet sepak bola, atlet bola basket, atlet pencak silat, atlet voli, dll.

 

Euforia Karnaval HUT RI ke 77 Desa Pucangro

Sejak akhir bulan Juli, warga desa sudah mulai sibuk menyiapkan acara Agustusan. Selain acara karnaval, ada juga acara lomba yang diadakan oleh ibu-ibu PKK dan juga lomba yang diadakan oleh karang taruna. Lomba ibu-ibu PKK ini diadakan selama 3 hari, di tanggal 13 Agustus acara lomba menghias kue, tanggal 14 Agustus acara lomba paduan suara, dan tanggal 15 Agustus acara lomba menyanyi lagu religi. 


Untuk lomba yang diadakan oleh pemuda karang taruna dimeriahkan oleh anak-anak dan berlangsung tanggal 21-26 Agustus yang meliputi lomba balap karung, pelan sepeda, cerdas cermat, kursi goyang, tarik tambang, dll. Jadi jangan ditanya lagi gimana sibuknya semua warga mulai dari bapak, ibu, adik, kakak semua ikut andil dalam perannya masing-masing.


Tahun ini, RT kami sepakat membuat kreasi berbentuk Semar, para pesertanya menggunakan kostum adat Jawa dengan memakai baju surjan dan blangkon., mbak-mbak dan ibu-ibu pakai kebaya surjan dan pakai jarik. Dan akhirnya tibalah waktu yang ditunggu-tunggu, pada tanggal 20 Agustus kemarin acara pawai karnaval HUT RI. Sejak pagi (bahkan sejak sehari sebelumnya) kami sudah teramat sibuk menyiapkan segala keperluan, ibu-ibu menyiapkan nasi bungkus sebanyak 5 bungkus yang nantinya diserahkan ke panitia karnaval 3 bungkus dan 2 bungkus untuk dibagikan ke peserta pawai.


HUT RI ke 77


Sekitar jam 7.30 kami sudah mulai berangkat ke lapangan, setelah acara pembukaan, sambutan, dll. Sekitar jam 8 lebih kami mulai acara karnaval dengan diawali dengan pesta kembang api dan pemberangkatan. Suara musik dari tiap tim peserta karnaval saling bersahutan, disini kita bisa melihat kreatifitas tanpa batas dari semua peserta karnaval.


“di karnaval kita bisa menjadi apa aja, cosplay menjadi siapa aja tanpa takut pandangan dan omongan orang lain karena semua juga bertindak hal yang sama”. Tua muda semua membaur menikmati pesta kemerdekaan setahun sekali, kalian bisa tampil all out dengan berdandan sesuka hati ataupun ngedance di sepanjang perjalanan karena hukumnya sah-sah aja, dengan catatan nggak melanggar aturan-aturan yang berlaku ya, misal sambil minum-minuman keras, menyinggung suku, ras, dan agama, dll.


Di sepanjang perjalanan banyak warga yang menyiapkan minuman dingin, makanan ringan, buah, dll yang bisa diambil sesuka hati, jadi nggak perlu takut bakal lapar atau kehausan ya. Panitia karnaval sendiri sudah menyiapkan segala keperluan termasuk menyiapkan mobil sehat dan juga tim medis untuk antisipasi kalau ada yang mengalami masalah kesehatan seperti sakit, pingsan, dll. Saat rute perjalanan sudah kembali ke lapangan itu tandanya acara karnaval sudah berakhir, para peserta kembali ke barisannya masing-masing kemudian lanjut makan bersama nasi yang sudah disiapkan pagi tadi.


Pawai karnaval


Kalau kalian bertanya apa nggak capek jalan (sambil ngedance) mengitari desa? jawabannya nggak kerasa kok capeknya karena tertutup oleh rasa senengnya. Tapiii.. saat sudah sampa rumah, jangan ditanya lagi gimana capeknya badan dan kaki. Saya sendiri ngerasa capek yang double-double karena jalan sambil gendong baby Hazel, dan capeknya itu belum hilang sampai sekarang tanggal 22 Agustus atau H+2. Tapi nggak bakal kapok untuk mengulang di tahun depan ya teman karena keseruan yang nggak bisa ditukar dengan apapun.


Dan sampa sini dulu cerita saya tentang Euforia karnaval HUT RI ke 77 desa Pucangro, nilai plusnya di karnaval ini kita bisa melihat kekompakan, solidaritas, rasa gotong royong, dan kebersamaan antar warga. Sampai jumpa di karnaval tahun depan ya.

Post a Comment