Hai teman, seperti janji saya di postingan sebelumnya. Kali ini saya mau menceritakan perjalanan berlibur sehari menjelang pergantian tahun 2020.


Tahun 2020 kemarin memang terasa berat sekali karena pandemi yang mulai masuk ke Indonesia pada bulan Maret, selama pandemi ini saya dan keluarga hampir jarang keluar rumah kecuali ada keperluan yang sangat penting.


Akhirnya kebosanan ini sudah sampai pada puncaknya dan momen libur akhir tahun kemarin saya putuskan untuk jalan-jalan sehari bersama keluarga dan teman-teman. Tujuan kami mengeksplore Malang, biarpun awalnya sempat ragu mau kemana tujuan kami, lalu kami putuskan ke Florawisata Santerra De Laponte

 

Santerra De Laponte




Berangkat dari rumah sekitar jam 7 pagi, sebelum berangkat saya sudah menyiapkan bekal nasi jagung, tempe goreng tepung, lauknya ikan asin yang dibumbui cabe, tomat dan ale. Beberapa cemilan sudah disiapkan teman saya dan untuk anak-anak yang nggak mau menu itu tadi, kami sudah menyiapkan p*p mie dan membawa air panas.


Perjalanan berangkat memang agak lama karena kami mampir dulu ke rest area tol Porong. Sekitar jam 11 siang kami sampai di tujuan pertama Santerra De Laponte, di gerbang masuk kita sudah disambut warna warni bangunan juga tempat pembibitan bunga yang ada di samping jalan masuk. Tadinya saya pikir bunga-bunga disini juga dijual ternyata nggak ya.


Area parkir lumayan luas untuk parkir mobil juga motor, kemudian masuk ke area taman bunga yang bermacam-macam. Harga tiketnya cukup terjangkau 25k perorang, saat masuk ke dalam kawasan kita akan disambut kakak-kakak yang bertugas untuk melubangi tiket tapi sebelumnya kita juga dicek suhu dengan termogun.


Di spot awal kita langsung disuguhi hamparan rumput sintetis berwarna hijau, di sekeliling juga banyak tanaman bunga berbagai warna, di langit-langit ruangan ada banyak juga bunga yang menjuntai dari atas, karena disini konsepnya flora wisata jadi nggak heran kalau di sekeliling kita banyak bunga dari dalam dan luar negeri.


Setelah melewati lorong penuh bunga, Selanjutnya kita langsung bisa melihat tempat seperti kafe yang bisa digunakan untuk live musik lengkap dengan gitar, drum dll. berikutnya kita akan menjumpai spot-spot tematik. Spot awal kita langsung masuk kampung Korea mini, di depan langsung terpampang nyata poster artis Korea yang jelas saya nggak tau namanya, lalu ada kotak telepon umum dan replika bunga sakura.


Masuk ke gang kampung Korea mini ini kita bisa melihat pertokoan diantaranya barber shop, toko yang menjual camilan khas Korea, penyewaan kostum Korea, klinik, dll. Sayangnya saat kami ke sana tempat penyewaan kostum sedang tutup jadi nggak bisa lebih total menikmati atmosfir Korea ya.


selanjutnya kita akan masuk ke area negara Belanda, ramah-rumah bergaya belanda dengan cat warna wani, air mancur dan kincir angin sudah menyambut kita, kontur tanah yang naik turun membuat pemandangan dan perjalanan sangat menyenangkan. Di bagian atas bukit kita bisa melihat sekeliling area taman bunga yang terhampar indah dari ketinggian.


Puas menikmati keindahan dari atas kami turun dan melanjutkan perjalanan sebelum sampai di pintu keluar kami melewati area permainan yang sayangnya semua sedang tutup, jadi kami langsung berjalan ke pintu keluar sambil menikmati bunga-bunga yang berbagai jenis dan warna.




Di tempat ini memang masih dalam tahap pengembangan jadi waktu saya ke sana kemarin masih banyak para pekerja membuat kontruksi bangunan dan ada juga pekerja yang sedang menanam berbagai bunga dibeberapa sudut. Tapi jangan khawatir, biarpun masih dalam proses pengembangan tapi tempatnya sudah cukup cantik dan indah untuk dinikmati.


Pusat Oleh-oleh Masjid Cheng Hoo  

Perjalanan selanjutkan kami putuskan ke Pasuruan, mumpung hari juga belum gelap kami ingin belanja beberapa barang di area masjid Cheng Hoo. Di sini kami bisa belanja oleh-oleh untuk dibawa pulang yang harganya lumayan terjangkau, ada berbagai cemilan, buah, aksesoris juga pakaian.


Puas berbelanja, sebelum pulang kami menyempatkan menyambangi sepupu saya yang rumahnya nggak jauh dari area masjid, ya itung-itung sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Dan saat hari mulai gelap kami berpamitan pulang karena tubuh dan kaki yang sudah lelah berjalan seharian, di perjalanan pulang anak-anak sudah tidur pulas, mungkin mereka lelah karena seharian berkeliling.

 

Dan itulah teman perjalanan kami berlibur sehari menjelang pergantian tahun 2020. Perjalanan kami cukup sederhana, tapi tetap menyenangkan dan kami  juga selalu mematuhi prokes yang berlaku. Semoga pandemi segera berlalu dan kita jadi bebas jalan-jalan kemanapun seperti dulu ya teman.


Post a Comment