Dukung Green Energy, Utomo SolaRUV dan Utomo Chargeplus Hadirkan Solusi Energi Terbarukan

SolaRUV


Sebagai seorang yang ngakunya cinta lingkungan, saya selalu tertarik dengan berbagai hal yang membahas tentang lingkungan hidup. Dampak emisi karbon yang kita rasakan sekarang ini seperti perubahan iklim, kerusakan ekosistem, dll sudah cukup meresahkan. 

Yap, kita harus segera menyadari bahwa bumi sedang tak baik-baik saja. Dan ada berbagai cara yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi seperti melakukan peremajaan lingkungan, dan juga melakukan transisi energi. Transisi energi menjadi salah satu langkah yang sangat penting dan cukup krusial untuk menurunkan emisi.

Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, Utomo SolaRUV berkolaborasi dengan Utomo Charge+ secara aktif turut serta untuk ambil bagian dalam mengurangi emisi karbon. 

Saya dapat banyak insight tentang lingkungan saat menghadiri event SolaRUV Blogger Gathering yang digelar Utomo SolaRUV dan Utomo Charge+ pada tanggal 3 Juni 2024 yang menghadirkan mbak Krismaya Dwi Hardianti selaku Manager R&D Utomo SolaRUV dan mbak Rahma Arzanti selaku Manager Operational Utomo SolaRUV. 

Utomo SolaRUV

Aksi dan Kolaborasi Pemanfaatan Energi Surya dan Transportasi Berkelanjutan

Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya energi terbarukan (renewable energy) yang melimpah di dunia dengan total potensi sebesar 441,7 GW. Sayangnya pemanfaatannya belum optimal, hanya sekitar 2,5 persen (data Kementrian ESDM per Januari 2022).

Indonesia sendiri menargetkan energi baru dan terbarukan (EBT) bisa mencapai 23% dalam bauran energi nasional tahun 2025. Sayangnya, hingga tahun 2022 realisasi bauran EBT baru mencapai sekitar 12% atau tidak mencapai target yaitu sebesar 15,69% dari bauran energi nasional.

Energi solar panel

Upaya Indonesia untuk percepatan target 23% EBT dalam bauran energi nasional pada 2025 di antaranya adalah komitmen dan konsistensi pemerintah dalam melaksanakan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap.

Utomo SolaRUV yang memiliki Teknologi Solar Panel Terbaik, sebagai perusahaan terdepan dalam teknologi energi terbarukan, khusus Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sejauh ini sudah banyak mendorong partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan teknologi energi Surya, baik sektor residensial maupun industrial.

Projek-projek PLTS yang diinstal oleh tenaga ahli Utomo SolaRUV dan tersebar di seluruh Indonesia menyumbang peranan penting dalam mewujudkan Indonesia bebas emisi.

Indonesia telah mengadopsi beberapa jenis teknologi EBT, terutama dalam PLTS yang meliputi : 

  • PLTS Grounding, pemasangannya di dalam tanah
  • PLTS Rooftop, letaknya di atas atap, atau biasa dikenal dengan PLTS Atap
  • PLTS Terapung, yang dipasang di atas air

Negeri kita tercinta ini memiliki lebih banyak area perairan, sehingga bisa dimanfaatkan untuk penggunaan Floating Sistem. Adapun Floating PV System merupakan sistem PLTS terapung yang menggunakan perairan sebagai instalasi panel Surya dengan menggunakan floater sebagai komponen pelampung.

Floating sistem ini memiliki berbagai keuantungan :

  1. Tidak membutuhkan lahan yang luas
  2. Mengurangi penguapan
  3. Tidak memiliki efek gas rumah kaca
  4. Menjaga ekosistem perairan, mencegah berkembangnya tumbuhan air
  5. Memberi efek cooling pada modul Surya, pantulan irradiasi juga dapat diubah menjadi energi listrik (menggunakan modul Surya bifacial)
  6. Memperpanjang waktu kinerja modul Surya karena memiliki efek pendingin alami
  7. Instalasi, commissioning, dan maintenance lebih mudah karena instruksinya lebih sederhana
  8. Posisi array bisa diputar mengikuti arah matahari untuk memaksimalkan penyerapan energi
  9. Meminimalisir erosi pada tepi perairan karena struktur floating yang dapat mengurangi pembentukan gelombang.

Selanjutnya, kendala yang dihadapi karena tidak semua perairan dapat dipasang floater.

  1. Memiliki resiko terkena dampak aktivitas alam seperti gelombang tinggi ataupun badai.
  2. Mengurangi fungsi guna perairan seperti ekosistem biota perairan akibat penutupan permukaan air oleh modul surya dan kegiatan perairan lainnya seperti pemancingan atau jalur transportasi.
  3. Mempengaruhi keandalan dan keselamatan komponen jangka panjang karena kemungkinan terkena korosi akan lebih besar
  4. Sistem harus fleksibel untuk beradaptasi dengan kondisi perairan

Investasi energi terbarukan di Indonesia memiliki peluang yang menjanjikan dan prospek positif, namun terdapat juga tantangan besar yang disebabkan oleh berbagai faktor. Batasan harga domestik yang terlalu rendah untuk harga batu bara dan gas menyulitkan pembangkit listrik tenaga surya dan tenaga surya+ untuk bersaing dalam bidang ekonomi yang setara. Perlu dicatat bahwa penetrasi VRE (energi terbarukan variabel) di Indonesia hanya sebesar 0,2% pada tahun 2022.

Kemudian, tindakan utama untuk mempercepat kemajuan bisa dilakukan dengan:

Penyesuaian kebijakan: Menyederhanakan strategi penghapusan batubara nasional untuk memungkinkan transisi yang dipimpin oleh VRE menuju net zero (termasuk menyederhanakan renegosiasi PPA batubara yang kaku untuk memungkinkan fleksibilitas sistem yang lebih tinggi)

Penyesuaian pengadaan: Mengembangkan jaringan pipa tenaga surya berskala gigawatt dan merancang lelang tenaga surya skala besar untuk menurunkan LCOE tenaga surya ‘lokal’ melalui skala ekonomi.


SPKLU

Utomo Chargeplus Solusi Transportasi Hijau yang Berkelanjutan

Kendaraan listrik merupakan kunci mobilitas hijau, saat ini pun sudah banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik sebagai alat transportasi. Sayangnya belum banyak belum banyak SPKLU yang tersedia, jadi selama ini pemilik kendaraan hanya mengisi daya di rumah. Bukan tidak mungkin, tanpa infrastruktur memadai khususnya SPKLU, minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik akan rendah.

Karenanya, tak hanya dari PLTS, Utomo Chargeplus sebagai provider Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan jaringan terbesar se-Asia Tenggara turut mendorong cita-cita bangsa melalui sektor transportasi berkelanjutan.

Utomo Charge+ memiliki beberapa type, yaitu : 

  • Marvel
  • Castrol
  • Clio Basic
  • Clio Smart
  • Eterna
  • Eterno
  • Inferno

Yang menjadi andalan diantara beberapa type tersebut ialah Marvel dan Inferno, Marvel ialah pengisi daya kendaraan listrik teramping di dunia. Di Surabaya terletak di halaman kantor Utomo SolaRUV.

SPKLU

Untuk type Inferno merupakan fast charging yang diletakkan di lokasi-lokasi publik, kecepatan pengisiannya mulai dari 20 menit.

SPKLU Utomo Chargeplus sudah tersebar di area Jawa dan Bali, sebagai dukungan untuk mengurangi emisi karbon dan mewujudkan mobilitas hijau untuk transportasi berkelanjutan. 


Fionaz
Fionaz Hanya manusia biasa yang berusaha jadi bermanfaat untuk sesama. Seorang freelance writer dan blogger, untuk kerja sama bisa dihubungi melalui email: fionazisza03@gmail.com

Posting Komentar untuk " Dukung Green Energy, Utomo SolaRUV dan Utomo Chargeplus Hadirkan Solusi Energi Terbarukan"