Minggu, 28 April 2019

Tanaman Kitolod Untuk Kesehatan Mata

Mungkin sebagian dari kita belum tahu tentang tumbuhan dengan Ciri fisik memiliki daun berwarna hijau panjang bergelombang, bunga berwarna putih memanjang keatas.

Sabtu, 20 April 2019

Jadi Ini Rasanya Medeking!

Assalamualaikum..

Pernah 2 kali hamil, aku nggak pernah merasakan sakit yang berlebihan.
Hanya morning sickness biasa seperti yang bumil rasakan di trimester awal kehamilan.

Gejalanya umum seperti mual, muntah, pusing, dan gejala lainnya.
Biasanya terjadi di pagi hari, tapi kadang juga terjadi sewaktu-waktu, tergantung pembawaan bumil aja.
Kalau aku, hamil anak pertama dan ke dua nggak jauh beda,
Rasa pusing, mual dan muntah selalu terjadi di pagi hari.
Pas periksa ke bidan disarankan minum obat, dan setelah sarapan aku minum obat tersebut,

Efeknya emang nggak mual lagi, tapi karena bikin ngantuk jadi nggak lama pasti tidur nyenyak, dan bangun perkiraan jam 11 siang.
Baru bisa mengerjakan pekerjaan rumah yang masih terbengkalai.
Alhamdulillah nya, setelah bangun tidur sampai seharian badan juga fit, aku nggak pernah ngerasa sakit yang gimana-gimana.
Itu terjadi pas aku hamil anak pertama dan ke dua.

Kamis, 18 April 2019

Hamil Lagi..!! Apa Yang Salah??

Assalamualaikum..

Akhir-akhir ini saya sering kepikiran, gegara beberapa hari yang lalu nggak sengaja bertemu teman di acara nikahan.

Pas asik-asik makan, dia nimbrung disebelah saya sambil nyapa duluan.
Dia langsung nanya
"mbak kok nggak pernah ketemu?"
Saya cuma senyumin aja, lah gimana mau ketemu. Orang rumah dia dimana.. rumah aku dimana..?!?!
Dia lanjut nanya
"mbak lagi isi ya sekarang?"
"Iya mbak.." jawabku santai,
Saya nggak jawab yang aneh-aneh karena saya tau dia belum punya anak.
"Kata temen-temen mbak, mbak nggak pernah keluar karena malu soalnya lagi hamil".
Tanpa ba-bi-bu lancar aja dia ngasih statement.
Saya jawab aja dengan sedikit jengkel, tapi berusaha tetap biasa aja.
"Mbak aku nggak pernah keluar bukan karena malu, tapi badannya ini lo yang nggak mau diajak kemana-mana, soalnya sakit terus.
Ini aja belum lama aku bisa aktifitas kaya biasa lagi..!!!".
Dalam hati, mbak saya tuh masih menjaga perasaan karena saya tau kamu sudah nikah lama tapi belum dikasih momongan.

Sebenarnya saya nggak marah mbak tadi atau siapapun bilang seperti itu,
Karena saya tau mereka nggak tau keadaan saya yang sebenarnya.
Tapi alangkah nggak enaknya ketika mbak itu bicara langsung kepada saya hal yang nggak sebenarnya terjadi pada saya.
Saya itu type orang yang, kalau bisa.. kalau sakit jangan sampai ada yang tau!

Biarlah sakit itu saya dan keluarga aja yang tau. Bahkan sebenarnya ibu saya sendiri yang tinggal di Surabaya belum tau kalau selama ini saya sakit.
Biar nggak jadi beban fikiran beliau maksud saya.
Biar orang taunya saya sehat-sehat aja.

Saya kadang merasa aneh, ketika sakit langsung buat status di sosial media mereka.
Sebenarnya sah-sah aja, tapi menurut saya apa sih yang mereka inginkan dari ngepost kayak gitu,
(Maaf) apa berharap belas kasihan? berharap simpati? atau berharap dijenguk?
Ah.. semuanya kembali pada pendirian masing-masing.
Saya mungkin termasuk netizen yang nyinyir dengan status sosial media yang jenisnya seperti ini.. 😄😄

Kembali lagi pada pembahasan yang pertama,
Apa yang salah ketika saya hamil lagi,
Bukankah masih banyak wanita-wanita diluar sana yang pengen punya anak tapi allah belum mengijinkan?
Nggak jauh-jauh, dilingkungan sekitar kita aja mungkin ada.

Seperti contoh kerabat dekat saya sendiri, yang sudah menikah hampir 20tahun tapi allah belum ngasih juga.
Juga tetangga saya, nikah sudah 3tahun, belum juga hamil. Sampai ada anak kecil sebelah rumah selalu diajakin, dimanjain sama dia.
Saya juga memiliki teman baru yang tadinya saya belum begitu mengenal tentang dia.
Pas saya baca curhatan di blognya, saya jadi tau kalau dia sebenarnya juga menantikan kehadiran buah hati.

Dari contoh yang ada bukankah kita harus berfikiran terbuka.
Bukankah anak itu juga orang tuanya sendiri yang nantinya akan mengurusnya?
Bukankah keluarganya sendiri yang akan membiayai!

Disini saya bukan menyinggung mereka yang belum punya anak, sungguh bukan.
Saya hanya ingin menyentil mereka-mereka yang belum mau berfikir terbuka.
Jadi please mari berpikiran terbuka tentang pemberian allah yang belum tentu orang lain bisa dapatkan.

Wassalamu'alaikum..

Selasa, 16 April 2019

Bijak Bersosial Media Bareng Trinity Traveler Dan Semen Indonesia

Sebagai pembaca setia sekuel the naked traveler, biarpun belum semuanya kebaca.
Aku merasa wajib hadir di acara "nangkring bersama Kompasiana" yang di gagas oleh semen Indonesia pada tanggal 11 April 2019 lalu.
Menghadirkan pembicara yang super keren dan kece, yaitu Sigit Wahono dari @semenindonesia, Irwan dari @infogresik dan yang paling saya tunggu adalah trinity traveler.
Alhamdulillah bisa kesampaian juga hadir di acara tersebut.

Digelar di hall kampus B universitas internasional semen Gresik @sayauisi
Berkumpul bersama 30 kompasioner tidak hanya dari sekitaran Gresik aja, ada yang dari Banyuwangi, Kudus, Sidoarjo, Surabaya dan Lamongan termasuk saya. Juga dihadiri 120 orang mahasiswa dan umum.

Acaranya pun berjalan sangat seru.
Dimulai sambutan dari prof. Dr. Herman sasongko Selaku rektor UISI, beliau menyambut kedatangan kami.

Disambung oleh kepala depertemen komunikasi semen Indonesia bapak Sigit Wahono selaku wajah dari semen Indonesia, berbagai informasi kami dapatkan, diantaranya pabrik semen Holcim yang sudah diakuisisi oleh semen indonesia. Wah.. mantap!!

Kemudian berlanjut mas Irwan dari info Gresik yang menjelaskan pemanfaatan sosial media sebagai sumber informasi, beliau ingin memperkenalkan kota Gresik kepada masyarakat luas terutama yang belum begitu mengenal kota Gresik.
Bahkan Gresik juga punya pulau di sebelah Utara kota, yaitu pulau Bawean. Yang dulunya nggak begitu dikenal, sekarang dengan adanya info Gresik semua jadi tau letak dan keadaannya.

Dan pembicara yang terakhir dan paling ditunggu-tunggu adalah.. trinity traveler.. nggak kebayang bisa ketemu langsung.
Penampilannya sangat simpel, khas traveler sekali, gaya bicaranya pun khas anak muda, jadi dari yang muda sampai matang pasti mudah untuk memahami.
Pada sambutannya, kak trinity menjelaskan tentang pengaruh sosial media terhadap beberapa hal, sebagai pengguna sosial media baik itu berupa, Facebook, Twitter, Instagram, line, atau lainnya kita diajak untuk bijak menggunakannya.

Beliau tak memungkiri perkembangan teknologi juga turut dirasakan dalam berkarya, seperti contohnya saat promosi bukunya, tentu sangat membantu sekali.
Dan Tak lupa beliau mengajak untuk #berbagi kebaikan dalam hal apapun dimulai dari hal-hal kecil.
Sangat inspiratif!!

Bagaimana sudah berbagi #kebaikan kah anda hari ini?

Senin, 15 April 2019

Hal-Hal Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum SC


  • Assalamualaikum..

Momen kelahiran buah hati adalah momen yang paling ditunggu oleh orang tua.
Tentunya, banyak persiapan yang bisa dilakukan untuk menyambut buah hati tercinta, seperti perlengkapan pakaian bayi, diaper, produk perawatan bayi dan tempat tidur.
Tapi mitos orang Jawa banyak mengatakan sebelum bayi lahir pantang menyiapkan peralatan tersebut, pamali katanya..
Tapi bagi yang merasa fine-fine aja,
Ya.. apa salahnya di coba, agar saat kita berangkat nggak perlu bingung karena persiapan yang kurang.
Sebelumnya aku mau cerita dulu, pengalaman tahun 2012 aku melahirkan anak ke 2 secara SC.
Pas anak pertama Alhamdulillah aku lahiran normal, dan pas anak ke 2 dari hamil ke 5 bulan aku pernah pendarahan, nah dari situ aku tau kalau aku mengalami plasenta Previa.
Dan, dokter menganjurkan aku sebaiknya lahiran secara SC.
Di awal tentunya aku down banget, karena yang pasti aku nggak pernah membayangkan bakalan seperti apa.
Akhirnya aku mulai mempersiapkan beberapa hal sebelum prosedur operasi dilakukan.
Seperti,



  1. Tentukandimanaproses melahirkan akan dilakukan. Biarpun kita biasa periksa kehamilan di dokter SpOG langganan. Tapi sah-sah aja kok kalau kita mau melahirkan di lain tempat. Nggak ada aturan resmi yang mewajibkan kita harus ditempat yang sama.
  2. Tentukan budget. Di rumah sakit tersedia paket-paket operasi SC, dari paket kelas 1, 2 dan 3. Di lihatdari besarnya rupiah yang harus dikeluarkan untuk biaya. Kelas 1 tentunya biaya yang dikeluarkan lebih besar dari kelas 3. Tinggal tergantung kemampuan kita! Kalau mau menggunakan kartu BPJS, siapkan juga berkas-berkas yang diperlukan seperti fc KTP, KK, dll.
  3.  Tentukan tanggal. setelah menentukan besarnya biaya yang akan ditanggung, langkah selanjutnya menentukan tanggal kapan SC akan dilakukan. Pastikankehamilan sudah mencapai usia usia 36 Minggu ya. Sebaiknyadikonsultasikan dengan dokternya ya.
  4. Persiapkanperlengkapan bayi dan ibu. Siapkan baju untuk ibu dengan ukuran yang longgar agar memudahkan untuk menyusui, baju Daleman, Kain jarik atau selimut, pembalut disarankan pembalut yang khusus nifas, yang terakhir make up. Jelas yang terakhir opsional sekali tapi pas kita pulang dari rumah sakit tentunya nggak mau terlihat pucat kan. Perlengkapanuntuk bayi seperti, produk perawatan bayi, gendongan, baju, popok, bedong, gurita(optional), diapers(optimal), sarung tangan dan kaki bayi juga penutup kepala.
  5. Pendamping. Yah.. ini jelas pak suami ya, tapi kadang kalau suami lagi nggak dirumah, kerja diluar kota atau luar negri misalkan. Maka adanya pendamping persalinan seperti orang tua, saudara, atau teman dekat. sangat diperlukan untuk membantu mengurus kebutuhan kita sebelum dan sesudah operasi SC. Masa iya sih, kita mau masuk ruangan operasi musti tanda tangan berkas-berkas sendiri, atau pas abis operasi kita ke apotik Nebus obat sendiri. Nggak mungkin kan! pendamping juga tetap dibutuhkan untuk sehari-hari, kalau baru melahirkan anak pertama ya mungkin masih aman-aman aja, tapi kalau anak udah 2 apalagi masih kecil, nah pendamping inilah yang berperan sebagai pengasuh si kakak ketika kita sedang nggak bisa.
  6. Doa. Banyak-banyaklah berdoa pada Tuhan, agar diberi ketenangan, biar operasi nya lancar, diberikan kesehatan pada ibu dan anak, tak kurang suatu apapun.  Itulah beberapa persiapan yang menurutku sangat diperlukan ketika kita mau melahirkan, biarpun secara normal ataupun SC perbedaan nggak begitu jauh. Kalau secara normal kita nggak tau pasti kapan akan melahirkan, memang bisa dari patokan HPL tapi jelas hari apa and jam berapa kan belum pasti, bisa maju ataupun mundur dari HPL.

Kalau dari poin 1 sampai 6 sudah siap, tinggal nunggu hari H.
Cuss.. berangkat dengan nyaman!
Semoga infonya bermanfaat ya.
Wassalam.

Rabu, 10 April 2019

Pengalaman Pertamaku Menggunakan KIS Dari BPJS

Assalamualaikum..
Ini sepenggal pengalamanku pertama kali pakai Kartu Indonesia Sehat dari BPJS.
Ceritanya baru Nerima KIS ditangan, trus karena aku awam sekali dengan program pemerintah tersebut, aku penasaran apa aja sih guna dan manfaat kartu tersebut.
Aku Googling nih, cara pakainya.
Menurut artikel yang aku baca, cara pakainya cukup mudah, tinggal minta surat rujukan dari faskes 1 terus dibawa ke rumah sakit atau tempat yang ditunjuk. Tapi kalau sudah darurat atau parah bisa langsung ke rumah sakit tanpa surat rujukan dari faskes 1. Tentunya dengan beberapa persyaratan dan ketentuan dari BPJS. Mudah kan..
Berhubung sekarang aku lagi hamil,
dan biasanya aku kalau periksa ke poli hamil di RS selalu ngrogoh kocek beberapa ratus ribu, mulai dari pendaftaran dan USG sebesar kurleb 80ribu, setelah Konsul sama dokter terus dikasih resep. Nah kita bayar lagi biaya Konsul dokter kurleb 30ribu dan biaya obat untuk satu bulan tergantung apa keluhan kita pas hamil. Jadi kalau ditotal paling dikit ngeluarin 250ribuan lah..
Nyoba lah aku, minta surat rujukan buat periksa kehamilan ke rumah sakit. berbekal info dari artikel tersebut, berangkatlah aku ke faskes 1 yaitu puskesmas kecamatan tanpa surat rujukan dari bidan, nggak bawa KMS, nggak bawa hasil USG bulan lalu, atau data kehamilan apapun. sampai di sana aku ke loket pendaftaran, ditanya mau apa, aku jawab mau minta surat rujukan ke rumah sakit untuk periksa kehamilan. Setelah di registrasi, aku diberi nomor antrian dan menunggu sebentar.
Tak berapa lama, dipanggil dan masuk ke poli KIA,
Pas ketemu bidannya, kira-kira beginilah percakapannya.
ditanya "mau periksa apa?",
dengan lugunya aku jawab "mau minta surat rujukan buat periksa ke rumah sakit".
Ditanya lagi " mbaknya ada masalah dengan hamilnya?".
"Nggak Bu!".
"Kalau nggak ada masalah kenapa mbaknya minta surat rujukan? Surat rujukan itu ditujukan untuk pasien yang hamilnya bermasalah, itupun puskesmas baru memberikan kalau ada surat rujukan dari bidan, atas keluhannya!".
"Jadi gitu ya Bu, maaf sy kurang paham"
"Iya gitu mbak, pihak BPJS pun nggak bisa langsung ngasih apa yang pasien minta, karena BPJS punya ketentuan khusus apa yang bisa dibiayai oleh mereka, jadi kalau mbaknya mau USG ya terpaksa harus bayar sendiri..!"
Dan bla..bla..bla..
So aku hanya bisa iya..iya..
Jadi, kesimpulannya aku nggak bisa periksa hamil pake KIS dari BPJS.
Padahal pas aku baca beberapa artikel di google, semua merujuk gimana mudahnya pake Kartu sakti tersebut.
Atau mungkin aku yang kurang memahami prosedur ataupun ketentuan dari BPJS.
So kalau aku mau USG mesti ngeluarin dari kocek pribadi.
Sebenarnya kalau tentang pelayanan di Puskesmas aku sangat nyaman karena setelah adanya program akreditasi pemerintah semua puskesmas dibangun kembali dengan rapi dan indah, tempatnya lebih bersih, penataan ruangnya juga bagus.
Staffnya ramah,murah senyum dan humble. Ya, semua itu demi kenyamanan pasien.
Overall mungkin aku yang harus lebih banyak belajar tentang program-program pemerintah.
Itulah sedikit ulasanku tentang pengalaman pribadiku.
Jika ada yang lebih berpengalaman di bidang ini, atau pernah punya pengalaman serupa bisa komen dibawah.
Wassalam.

Senin, 08 April 2019

Curhat: Kegundahanku

Kadang aku mikir, apa sih tujuan hidupku?
Mau jadi apa aku? Sedangkan diumurku yang segini, aku masih gini-gini aja!
Hal apa yang ingin aku capai dalam waktu dekat dan jangka panjang?
Apa yang bisa aku tinggalkan dan aku wariskan pada anak-anak ku kelak?
Dan, mungkin masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang nggak bisa aku jawab sendiri maupun bertanya pada orang lain.
Karena tentu jawabannya ada pada diriku sendiri.
Pertanyaan-pertanyaan itu sering kali menghantuiku.
Hingga muncul ketakutan-ketakutan yang nggak beralasan.
Aku takut nggak bisa memberi apa yang mereka minta atau apa yang mereka butuhkan.
Biarpun aku sebenarnya bukan tipe orang tua yang selalu memberi apa yang mereka minta, bolehlah kalau sesekali, tapi nggak selalu.
Karena menurutku kalau tiap anakku meminta sesuatu aku selalu memberi, takutnya mereka akan jadi anak manja. Dan, ya.. kalau orang tua selalu bisa memberi, kalau pas ada keterbatasan biaya atau apa kan jadi repot!
Aku selalu memberi pengertian pada mereka, kalau suatu hal nggak bisa didapat secara langsung, kita harus berusaha untuk mendapatkan nya, sebagai contoh kalau sesuatu tersebut harganya mahal tentu kita harus nabung dulu.
Ketakutanku selanjutnya nggak bisa menyekolahkan anakku setinggi mungkin.
Karena orang tuanya yang bukan siapa-siapa ini, aku ingin anakku nanti bisa jadi apa yang mereka inginkan, jadi polisi misalkan, jadi pilot, dokter  atau apapun yang bisa membanggakan orang tuanya ini.
Semoga saja Allah meridhoi.
Lalu bagaimana dengan ku? Bagaimana dengan usaha ku untuk mendukung mereka? Sejauh ini, aku selalu mensupport apapun kegiatan mereka, memberi nasehat juga pengertian tentang keadaan keluarga dan lingkungan sekitar.
Agar Mereka memahami dan termotivasi untuk lebih baik lagi.
Aku nggak mengharuskan mereka pandai di setiap bidang studi, karena aku paham, tiap anak dilahirkan dengan keunikan masing-masing. Hanya, apa aku memahami apa keunikan atau sisi plus dari anak-anak ku? Jawabannya tentu kembali padaku lagi.
Aku sendiripun masih berusaha dan selalu berusaha untuk lebih baik lagi di setiap hal.
Agar anak-anak ku bisa bangga kepadaku, biarpun aku bukan siapa-siapa.
Inilah sedikit curhat ku, sebagai seorang ibu dari 2 putri yang masih usia MI.
Aku sengaja menulisnya agar suatu hari, ditahun-tahun mendatang. Ketika aku lebih sukses dari sekarang, atau ketika anakku sudah besar mereka bisa membaca catatan ini dan tersenyum mengingat apa yang tersirat dari tulisan ini.

Sabtu, 06 April 2019

Mbolang, Nggembel Di Kota Surabaya

Surabaya, dulu sekitar tahun 2006 sampai 2008 saya pernah tinggal di kota ini.
Hingga pada suatu hari, saya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman Lamongan, suatu kota kecil bila dibandingkan Surabaya, tapi infrastruktur di Lamongan mulai dibenahi agar tidak tertinggal dengan kota-kota sekitarnya seperti Gresik, Mojokerto ataupun Tuban.
Hanya sesekali saja saya datang ke Surabaya, kadang untuk menyambangi ibu atau kakak yang memang tinggal di Surabaya, atau bila ada keperluan atau juga sedang ingin jalan-jalan saja, tapi alasan yang terakhir ini jelas jarang sekali.
Sehari sebelumnya saya diberi tahu oleh teman kalau ada even produk penambah darah yang diselenggarakan di hotel grand Darmo Surabaya.
(Ini akan saya ulas di blog saya selanjutnya)
Sebenarnya saya ragu, apa jadi berangkat atau tidak karena jujur saya jarang melakukan sesuatu yang mendadak sifatnya mendadak apa lagi saya memiliki 2 anak yang masih dikata selalu ingin ikut ketika emak nya brrkegiatan. Oleh karena itu saya pikir suatu hal pasti membutuhkan beberapa persiapan.
Kalau kurang persiapan saya takut dijalan membutuhkan sesuatu atau apa ingin membeli tapi tak tahu tempat dan begitulah ke'parno'an saya.
Namun stigma yang kadung menempel pada kepala saya ini ternyata salah besar.
Setelah berdiskusi akhirnya saya dan teman memutuskan jadi berangkat.
Dan kebetulan anak-anak saya libur sekolah dan acaranya tidak melarang anak-anak ikut jadi apa salahnya kalau mereka ikut.
Kami sepakat menggunakan kereta api menuju Surabaya, karena anak-anak cuma pernah sekali naik kereta api, alasannya saya sekeluarga terbiasa menggunakan motor atau kalau berangkat bersama kami memilih menyewa mobil. Yah gitu.. biar bisa berhenti dimana saja ketika kami ingin membeli sesuatu.
Kami berangkat dari rumah pukul 5.30 naik motor, setelah dititipkan diparkiran kami lanjutkan naik bus menuju terminal Lamongan. Turun bus setengah berlari karena jadwal keberangkatan kereta 1 menit lagi, pas naik tak lama kereta melaju. Alhamdulillah..
Perjalanan Lamongan- Surabaya memakan waktu 1 jam kami tiba di stasiun pasar Turi.
Keluar area stasiun kami langsung mencari tempat makan untuk sarapan.
Setelahnya, berjalan-jalan diarea dekat situ dan tak lupa foto-foto.
Hampir jam 8 kami memutuskan berangkat ke hotel dengan naik grab mobil. Ah.. dijaman yang serba canggih saya baru pertama kali naik grab atau sejenisnya.
Sesampainya, tak ketinggalan selfi-selfi didepan hotel dulu.
Puas berfoto kami masuk, oleh resepsionis diarahkan langsung ke tempat acara berlangsung yang terletak di lantai 13.
Sembari menunggu peserta lain yang berdatangan, saya diperkenalkan oleh teman saya pada rekan sesama blogger.
Saya yang bukan apa-apa ini merasa sangat beruntung bisa bertemu mereka secara langsung.
Tak lama acara pun berlangsung dengan meriah, menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya juga testimoni produk bagi yang sudah menggunakannya.
Di akhir acara, ada bagi-bagi door price.
Setelah penutupan acara, kamipun makan siang.
Setelah perut kenyang, jam 12.30 kami memutuskan jalan-jalan karena jadwal kereta kami masih jam 16.40
Mencari lokasi di map. Taman mana yang terdekat, ternyata taman bungkul terletak di depan hotel. Kami tinggal menyeberang saja, anak-anak langsung bermain, saya dan teman duduk-duduk menikmati udara taman sambil mengawasi mereka.
Karena anak-anak mudah bosan, jadi ketika puas bermain si adik merengek minta pindah lokasi.
Setelah bernegosiasi, akhirnya kami memutuskan naik bus Surabaya, yang cara beli tiketnya harus menukar dengan sampah, harga 1 tiket setara dengan menukar 3 botol air mineral ukuran 1,5lt. atau kalau menggunakan botol ukuran 600lt membutuhkan 5 botol. untungnya teman saya memiliki tiketnya.
Kami berjalan mencari halte bus terdekat yaitu halte Darmo.
10 menit menunggu, bus datang.
Saat kami masuk, karena dibawah penuh jadi diarahkan ke atas. Dan dapat kursi yang paling depan.
Seru sekali, anak-anak sampai lupa rasa capeknya.

Selasa, 02 April 2019

Tentang Rasa Dan Kata

Kopi

Aku membutuhkan kopi
untuk mengingatmu
Mengingat tentangmu
Tentang rasa ini
Rasa yang hampir hilang dan mati
Dan aku tak mau itu terjadi.
*

Salah ku

Aku sengaja menyakiti mu
Agar kau pergi
Agar kau lari
Tak lagi disisi
Dan itu berhasil
Aku terima resiko nya
Biarpun akhirnya
Aku yang tampak hina.
*

Demi kamu

Sakit macam apa lagi yang aku cari karena mu,
Menunggumu yang pergi
Dan tak tahu kapan akan kembali
Atau menyakiti orang yang menyayangiku
Agar dia pergi demi kamu.
*

Pertanyaan

Aku masih merindu mu, 
Apa itu salah.
Aku masih mengharap mu,
Apa itu berlebihan.
Jika iya,
Lalu hal apa yang lumrah ku lakukan sebagai gantinya?
*

Sakit ini

Sakit ini,
Pertanda kau memang pernah ada sebelumnya,
Kau yang mengajarkan padaku apa itu bahagia.
Kau juga yang menunjukkan padaku apa itu terluka.
Maafkan atas kesalahan yang pernah ada,
Dan terima kasih atas semua waktu saat kita bersama.
*

Kau

Kau datang tapi bukan untukku.
Kau tersenyum tapi bukan padaku.
Kau dekat tapi seperti bersekat.
Kau disisi tapi tanpa ekspresi
*

Tak mengenalmu

Telah ku bagi semua hal padamu,
Telah ku ceritakan semua rahasia hidupku.
Namun kau, sungguh sulit ku pahami.
Seseorang yang sulit ku mengerti.
Siapa kau?
Bahkan seolah aku tak mengenalmu.
Tak mengenal jiwamu.
Salahkah cintaku?
*


Pekerjaan


Sekarang,
Aku memiliki pekerjaan yang menyenangkan tapi menyakitkan
Yaitu, merindukanmu..
*


Merelakanmu


Jangan takut.. sungguh kau jangan lari..
Aku tak akan mengejarmu..
Aku masih tetap disini
Jangan risau,
Rasa padamu pun sudah tak ada lagi
Tak tersisa apapun saat ini.
Aku tak akan terluka..
Aku tak menyesal atas apa yang terjadi.
Aku juga tak bangga dengan yang telah lalu.
Tetaplah seperti dirimu sendiri,
Diri yang sebelum ku kenal dan sesudah ku lupakan.
Maaf atas cintaku..
*

Pura-pura

Hey kamu..
Tak bisakah kamu berpura-pura padaku,
Katakan saja kalau kamu rindu?
*

Inilah aku

Inilah aku,

Yang apa adanya kepadamu.

Inilah aku,

Yang tanpa syarat mencintaimu.

Inilah aku,

Dengan semua cerita hidupku.

Inilah aku,

Yang kadang tidak seperti sejatinya diriku

Inilah aku,

Yang selalu menanti dibalik diammu.

Inilah aku,

Yang tanpa lelah menunggumu.

Inilah aku,

Yang rela terluka untukmu.

Inilah aku,

Yang selalu memujamu.

Inilah aku..

Ya.. inilah aku,untukmu..
*


Rasa, Kata Dan Aksara

Maaf

Menatap sekilas mata itu
Tatap mata yang teduh
Dipersimpangan jalan
Maaf..
Aku kesulitan menentukan sikap
*


Terima kasih

Sepertinya akupun tak berhak mengetahui keluhmu,
Baiklah jika memang itu maumu,
Mungkin harus berakhir sampai disini penantianku.
Terima kasih cintaku.
*


Jiwa


Aku masih saja begini,
masih saja semua hal tentang kamu.
Lalu apa yang bisa ku lakukan untuk menghilangkan mu dalam hariku.
Bahkan dalam keriuhan gerak ku kau masih seperti ada di sekeliling ku.
Ilusikah,
atau memang jiwamu masih menemaniku tapi tanpa ragamu.
*


Bimbang

Aku rasa kau telah begitu tega membiarkan ku dalam kebingungan.
Harus bagaimana aku tanpamu,
Kuat tanpamu, selalu ku coba.
Mencoba bertahan, sangat menyakitkan.
Melupakanmu, hal yang mustahil.
*


Kita

Lambat laun, kisahmu pun akan terkubur oleh kenangan-kenangan yang baru.
Aku tak akan lupa,hanya saja kisahmu akan jadi pengingat kalau kita memang pernah bersama.
Aku,kamu dan kisah kita.
Hanya akan jadi penghalang jika masih saja dikenang.
Mengapa sulit sekali membujuk hatiku untuk melupakanmu?
Sedangkan kebersamaan kita hanya sesuatu yang semu.
*


Rona

Terkesan sulit
membuat kata-kata luka
Tak apa...
Mungkin karena
hatiku sedang bahagia
Ada seseorang yang datang menawarkan berjuta cinta
*



Senin, 01 April 2019

Di Penghujung Rasa

#1


Malam ini,
entah mengapa mengingat mu lebih sakit dari hari-hari yang lalu
Mungkin karena,
Aku merindukanmu semakin dalam kali ini.
*

#2

Kau mengangkat ku tinggi, 
Tapi kau jatuhkan.
Kau membuat ku nyaman,
Tapi kau tinggalkan.
Tak ingin tau kah kau,
bagaimana perasaan ku sekarang.
Tak ingin tau kah kau,
Bagaimana keadaan ku sekarang.

*

#3


Kau tetap jadi yang terbaik
Tak akan terganti
Salahkah cintaku
Yang melulu mengharapmu
Maafkan hati yang lemah terhadapmu
Kasihan sekali hati ini
Yang tak punya tempat kembali.
*

#4


Aku lelah sekali
Menata hatiku yang kian hancur karena mu
Menantikan mu,
Mengharapkan mu,
Merindukan mu,
Apa lagi yang bisa ku lakukan
Selain menyebut namamu dalam tiap doa ku
Juga menitipkan rindu pada gelap malam yang mungkin kau rasakan.
*

#5

Mengapa masih saja kamu yang jadi sumber inspirasi ku.
Sejatinya, kini kamu seperti tak mengenalku.
Bahkan namamu pun tak pernah muncul lagi di layar hpku.
*


#6

Haruskah aku tetap menunggumu,
Yang meninggalkanku tanpa kepastian.
Sedang dilain hati ada yang menawarkan lebih banyak kesetiaan.
*

Situasi

Dirimu,yang mampu mengusir lelah dihidupku.
Perhatianmu,yang mampu meluluhkan tembok kokoh pertahanan ku.
Cintamu,yang seolah membara namun teramat bersahaja.
Sayangnya, kita menjatuhkan hati pada situasi yang salah.
Kau memilikinya,dan aku juga bersama yang lain.
Tak butuh banyak hal, cukup beri dia jalan.
Maka cinta akan mencari pembenaran atas dirinya sendiri..
*

Cinta

Aku menjatuhkan hati pada pilihan dan situasi yang salah.
Lalu, kalau aku sudah menyadarinya tapi tak mampu menghentikannya, lantas mau apa?
Itulah hebatnya cinta,
Bahkan kau pun tak dapat menghentikannya..
Dia mampu mengubah terang menjadi gelap,
juga gelap menjadi terang kembali.
*

Rindu

Aku rindu kamu
Bolehkah aku mengatakan nya.
Walau aku tahu aku tak berhak
Tapi bukankah rindu itu rasa yang tak bisa dibuat atau pun dihindari.
Seberat apa perumpamaan tak kan bisa mewakili rasa ini.
*

Amnesia

Dimana kamu,
Yang dulu janji nggak akan pernah ninggalin aku..
Sekarang amnesia kah kamu?
*


Ku Puisikan Waktu

Selamat malam jiwa


Selamat malam jiwa,
Yang namanya tersebut dalam doa,
Yang raganya ku peluk lewat angin,
Yang selalu ku rindu melalui lagu.
*


Selamat malam jiwa #2

Selamat malam jiwa.
Yang cintanya hanya sekejap saja.
Tapi meninggalkan pedih tak terkira.

*


Selamat malam jiwa #3


Selamat malam jiwa yang raganya dipeluk orang lain,

Taukah kamu,
Kalau namamu selalu tersebut dalam tiap doaku.
*


Selamat malam jiwa #4

Selamat pagi jiwa,
Yang terpisah jarak pada masa.
Hingga tak tau entah dimana,
Hanya sebatas inikah kita?
*


Senjaku

Di senja awal pertemuan kita
Hingga berlanjut banyak senja yg indah saat bersama
Namun akhirnya kau menghilang
Pada Beratus senja yg hampir tak terhitung
Membuat senjaku tak lagi indah seperti saat bersama mu
*


Senja #2

Butuh berapa senja lagi,
Hingga kau kembali.
Tak cukupkah kau,
melewatkan begitu banyak senja kita.
Atau kau memang benar-benar mendefinisikan tentang senja.
Yang datang dengan keindahan yang sementara,lalu pergi meninggalkan kegelapan
*


Selamat pagi

Selamat pagi penikmat rasa ku,
Seperti halnya jiwa yang merindu
Yang tak sanggup menunggu
untuk ketemu kamu
*


Tentang pagi


Aku merasa pagi adalah awal kehidupan.
Ketika semburat jingga mulai terbit dari timur.
Perlahan gelap mulai berganti terang. hawa dingin masih terasa merasuk ke tulang.
Mata masih terkantuk-kantuk sembari bangkit dari tempat tidur dan kehidupanpun dimulai.
Pagi selalu indah..
Saat malam menawarkan banyak janji-janji kehidupan yang lebih baik.
Dari hari lalu yang mungkin menyakitkan,
Ada kalanya terpuruk,sakit,jatuh dan terluka..
Pagi adalah pembuktian atas mimpi malam lalu.
Tak perduli sesakit apapun usaha siang nanti.
Namun pagi tak pernah ingkar janji.
*


Rindu malam

Aku menitipkan rindu pada gelap malam
Juga pada dingin yang melingkupinya Sunyi ini membelenggu ku
Teramat mengungkung ku
Dan kau mengacuhkan ku,lagi..
Menyisakan begitu banyak lara yang menyiksa.
Katakan padaku,
harus bagaimana aku tanpamu
*


Rembulan malam

Layaknya rembulan pada malam.
Kaulah sebaik-baik alasan,
Untuk bangkit dan bertahan.
Ketika hati mulai rapuh,
Keyakinan yang membuat kembali teguh.
Berilah alasan cinta..
Hal apa yang membuatku harus mempertahankanmu..
Bersedia menunggumu..
Atau mungkin aku sudah terlalu terbuai dengan kata dan janji yang teramat manis darimu.
Ah.. semua ini memang kebodohanku.
Aku terlalu mudah menaruh hati padamu,
Dan cintaku yang terlampau dalam membuat aku semakin tersesat.
Aku tersesat di belantara rindu yang mengharu biru.
Masih sanggupkah aku menunggu..
*